--> Mengapa Mendaftar Sekolah Kedinasan Sangat di Anjurkan? - Brainesia
Mengapa Mendaftar Sekolah Kedinasan Sangat di Anjurkan?
close

Mengapa Mendaftar Sekolah Kedinasan Sangat di Anjurkan?

Brainesia.com Mengapa banyak orang memilih sekolah kedianasan?, apa alasan memilih sekolah kedinasan?, bagaimana prospek kerja sekolah kedinasan?. Banyak sekali pertanyaan seperti ini yang muncul di DM instagram kami. Sekolah kedinasan tentulah menjadi perguruan tinggi favorit para siswa dan orang tua oleh sebab ikatan dinas selepas lulusnya nanti. Di zaman persaingan seperti ini, siapa yang tidak mau sekolah gratis dengan jaminan pekerjaan tetap di instansi negara.  

Saat ini sudah tidak ada lagi perbedaan yang sangat jauh atau juga timpang pada kurikulum antara sekolah kedinasan dan non kedinasan pada major ilmu yang sama. Karena kurikulum-kurikulumnya terkualifikasi dan terstandarisasi oleh Badan Akreditasi Nasional sebagai salah satu penilai kualitas pendidikan. Selain itu, jenjang karir para pengajar/dosen di sekolah kedinasan tersebut sama dengan jenjang karir di universitas umum

Deskripsi jurusan sekolah kedinasan

Bidang yang dipelajari merupakan bagian dari berbagai aspek kehidupan yang berhubungan erat dengan kepentingan masyarakat luas, seperti ekonomi dan keuangan, kesehatan, keamanan, dan sebagainya bidang ini disesuaikan dengan lembaga pemerintahan yang menaungi sekolah kedinasan yang akan kamu pilih.


Pengetahuan dan Keahlian yang harus di miliki kalau mau kuliah kedinasan

Kemampuan melakukan analisis
Kemampuan berpikir kritis
Kemampuan meneliti
Kemampuan manajerial
Kemampuan komunikasi
Kepemimpinan 



Alasan memilih sekolah kediansan

1. Berada di Bawah Naungan Lembaga Pemerintahan yang Bersangkutan

Perguruan Tinggi Kedinasan dikelola oleh lembaga pemerintahan yang membidangi ilmu atau sektor terkait. Berbeda dengan perguruan tinggi negeri dan swasta lainnya yang berada di bawah naungan Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Kemenristek-Dikti) dan Kementerian Agama, perguruan tinggi kedinasan berada di bawah naungan lembaga negara baik kementerian maupun non-kementerian bidang yang bersangkutan. Misalnya, seperti berikut ini:
  • PKN STAN dikelola oleh Badan Pendidikan dan Pelatihan Keuangan, di bawah naungan Kementerian Keuangan
  • IPDN dikelola oleh Kementerian Dalam Negeri
  • STTD berada di bawah naungan Kementerian Perhubungan
  • Sekolah Tinggi Kesejahteraan Sosial (STKS) di bawah Kementerian Sosial
  • Politeknik Energi dan Mineral Akamigas (PEM Akamigas) di bawah Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral
  • Politeknik Imigrasi dan Politeknik Ilmu Kemasyarakatan di bawah Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia
  • Sekolah Tinggi Pariwisata di bawah Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif
  • Sekolah Tinggi Perikanan, Balai Pendidikan dan Pelatihan Perikanan serta Balai Diklat Aparatur Sukamandi di bawah Kementerian Kelautan dan Perikanan
  • Politeknik Kesehatan di bawah Kementerian Kesehatan
  • Sekolah Tinggi Multimedia di bawah Kementerian Komunikasi dan Informatika
  • Sekolah Tinggi Manajemen Industri di bawah Kementerian Perindustrian
  • Akademi Militer (AKMIL), Akademi Angkatan Darat (AAD), Akademi Angkatan Laut (AAL), dan Akademi Angkatan Udara (AAU) di bawah Kementerian Pertahanan

2. Prospek kerja jelas

Pekerjaan merupakan tujuan dari setiap orang nantinya setelah lulus dari bangku perkuliahan. Kamu tentu juga menginginkan setelah lulus kuliah langsung mendapatkan posisi yang sesuai dan layak dengan pendidikanmu di jenjang perguruan tinggi. Apalagi menjadi PNS setelah lulus, kariermu bakalan terjamin. Dengan adanya ikatan dinas di sekolah kedinasan, bisa dikatakan prospek kerjanya sangat menjanjikan. Setelah lulus dari pendidikan tersebut, kamu akan ditempatkan sesuai dengan posisi yang dibutuhkan oleh Kementerian atau Lembaga tempat kamu menempuh pendidikan kedinasan.

3. Jurusan Beragam dan Spesifik Sesuai Kebutuhan Industri

Sekolah Kedinasan menawarkan berbagai jurusan yang spesifik, sebab sebagian besar perguruan tinggi kedinasan biasanya memfokuskan diri pada pendidikan vokasi. Oleh karenanya, sekolah tinggi kedinasan juga memfokuskan pada penguasaan keahlian terapan. Misalnya, PKN-STAN memiliki 4 jurusan, yaitu Akuntansi, Pajak, Kepabeanan dan Cukai, serta Manajemen Keuangan. Jurusan Akuntansi di PKN STAN barangkali berbeda dengan di universitas. Sebab, output-nya adalah keahlian terapan.

Komposisi kurikulumnya pun berbeda dengan di universitas. Karena sebagaimana pendidikan vokasi, komposisi teori dengan praktiknya 30:70. Apakah berarti sekolah non kedinasan tidak menyesuaikan dengan kebutuhan industri? Perlu kita akui juga bahwa beberapa program studi atau jurusan di universitas-universitas kita banyak yang industrinya belum terlalu berkembang di Indonesia. Membuka jurusan-jurusan itu merupakan salah satu upaya untuk mengembangkan keilmuan yang kemudian berdampak pada industrinya.

4. Menawarkan Beasiswa Ikatan Dinas

Apa itu beasiswa ikatan dinas? Artinya, selama menempuh pendidikan di sana, kamu bakal mendapatkan beasiswa baik parsial maupun beasiswa penuh alias gratis. Kemudian, setelah lulus dari sekolah kedinasan terkait, kamu bakal diserap sebagai tenaga kerja oleh lembaga pemerintahan yang menaungi sekolahmu.

Banyak sekali sekolah tinggi kedinasan yang menawarkan beasiswa penuh bagi siswanya. Sebut saja, Akpol, Akmil, PKN STAN, STMG, STPN, STSN, STIS, STTD, dan sebagainya. Tidak hanya beasiswa penuh, ada beberapa sekolah kedinasan yang memberikan uang saku setiap bulan kepada mahasiswa/i-nya lho! Tetapi tentu saja, untuk mendapatkan fasilitas-fasilitas tersebut, kamu harus bersaing dengan ratusan ribu pendaftar lain karena daya tampungnya terbatas. Oleh karenanya, menyiapkan diri sejak dini perlu banget kamu lakukan. Ikut bimbel online misalnya.

5. Berbasis Praktik, Skill Terjamin

Seperti yang saya sampaikan tadi, komposisi kurikulum di perguruan tinggi kedinasan adalah 70:30. 70 untuk praktik dan 30 untuk teori. Oleh karenanya, pengalamanmu mencoba akan semakin besar. Sehingga, kamu akan memiliki keahlian sesuai bidang yang kamu ambil.Di sekolah kedinasan, kamu tidak hanya akan belajar secara akademis saja. Oleh sebab itu, ia disebut juga sebagai pendidikan practice based. Tetapi, bukan berarti pendidikan akademis seperti universitas itu tidak baik. Hanya saja, desain pendidikannya memang berbeda. Seorang mahasiswa/i universitas harus belajar sejak fundamental keilmuan sampai penerapannya. Tetapi, tentu saja bobot kurikulumnya berbeda dengan perguruan tinggi vokasi. Mahasiswa/i universitas dipersiapkan secara pola pikir atau mindsetnya agar ketika terjun kembali ke masyarakat, ia bisa membawa perubahan untuk sekitarnya.

6. Gaji Tinggi Setelah Bekerja 

Seperti halnya pekerjaan-pekerjaan khas lembaga pemerintahan, gaji yang kamu terima tidak mungkin sedikit. Pasti lebih dari UMR. Melayani masyarakat melalui lembaga pemerintah, kamu tidak perlu khawatir akan berpuasa tiap akhir bulan. Lantas, bagaimana dengan sekolah yang tidak berstatus ikatan dinas? Maka, seperti halnya universitas baik negeri maupun swasta, kamu harus mencari peruntungan karirmu sendiri. Tapi jangan khawatir, mendapatkan titel lulusan sekolah kedinasan saja sudah membedakanmu dari perguruan tinggi lain. Meskipun begitu, jangan merasa aman karena satu keunggulan itu ya. Terus tingkatkan kemampuanmu dan tonjolkan sesuatu yang berbeda dari dirimu yang tidak dimiliki orang lain dan diperlukan oleh industri tempat kamu ingin berkarir.

7. Pengajar dari kalangan akademisi profesional

Kalau kamu menuntut ilmu tentunya juga akan melihat bagaimana proses pembelajaran dan juga siapa yang mengajar. Kalau di sekolah kedinasan kamu tidak usah khawatir. Di sekolah kedinasan kamu akan mendapat pengajar yang kompeten. Pengajarmu nantinya bakalan dari kalangan akademisi dan juga profesional. Pastinya ilmu yang kamu dapatkan bukan abal-abal lagi. Kamu bisa mendapat teori yang mendalam dari akademisi dengan mengembangkan kemampuan dasar berpikirmu dan memperoleh pengalaman yang kompleks dari dunia kerja secara langsung dari seorang profesional. Dijamin deh kamu bakalan berkembang di sini.



Keuntungan dan kelebihan sekolah kedinasan

  1. Rata-rata sekolah kedinasan membebaskan biaya pendidikannya lho brainesian! Bahkan, kamu juga akan dapat uang saku. Jadi semacam beasiswa pendidikan yang include dengan biaya hidup, gitu.
  2. Di sekolah kedinasan, selain belajar akademis, kamu juga dibekali dengan kemampuan teknis. Jadi, kamu akan lebih siap ketika menerapkan ilmu dan pengetahuan yang diperoleh di bangku kuliah.
  3. Lulusan sekolah tentunya punya prospek yang cerah, karena biasanya otomatis diangkat sebagai Calon Pegawai Negeri Sipil di instansi yang menaunginya. Khusus lulusan Akuntansi STAN, tidak hanya ditempatkan di Kementerian Keuangan, tapi bisa juga ditempatkan di BPK, BPKP, Kemenko Ekonomi, dan instansi lainnya yang membutuhkan.
  4. Penempatan pertama bagi lulusan sekolah kedinasan biasanya bukan di daerah asal. Beberapa instansi akan memberlakukan sistem rotasi bagi pegawainya. Nah, kapan lagi kan dinas sekalian keliling Indonesia?
  5. Kamu juga punya kesempatan yang luas untuk melanjutkan studi ke jenjang pascasarjana di dalam atau pun di luar negeri. Banyak beasiswa juga lho!


Prospek kerja Sekolah Kedinasan 

Prospek kerja lulusan sekolah kedinasan sangat cerah. Gimana nggak? Saat lulus kamu akan langsung diangkat jadi Calon Pegawai Negeri Sipil di Kementerian/Lembaga yang menaungi. Lulusan Politeknik Keuangan Negara STAN (PKN STAN) rata-rata diangkat di Kementerian Keuangan. Lulusan STIS (Sekolah Tinggi Ilmu Statistik) ditempatkan di Badan Pusat Statistik. Lulusan STSN (Sekolah Tinggi Sandi Negara) diangkat di Badan Siber dan Sandi Negara. Begitu pula dengan lainnya. Secara umum, rata-rata gaji awal lulusan sekolah kedinasan mengikuti standar gaji PNS dan disesuaikan dengan pangkat dan golongan ruangnya. Berikut beberapa pilihan karier yang bisa kamu geluti:
  1. Pegawai Negeri Sipil (PNS)
  2. Pegawai Negeri Sipil Daerah (PNS Daerah)
  3. Petugas Imigrasi
  4. Konsultan Pajak
  5. Kondektur Transportasi
  6. Mekanik Pesawat
  7. Mekanik Mobil
  8. Pilot
  9. Perancang dan Teknisi Mesin
  10. Tenaga Ahli Prakiraan Cuaca
  11. Bagian Keuangan (Finance)
  12. Ahli Statistik
  13. System Analyst
  14. Aktuaris


Dunia dan Suasana Perkuliahan di Kedinasan

Sekolah kedinasan umumnya memiliki program Diploma maupun Sarjana Terapan. Masa studi masing-masing jurusan juga berbeda. Misalnya, PKN STAN ada jurusan Pajak, Akuntansi, Penilai, Kebendaharaan Negara, Kepabeanan dan Cukai, Manajemen Aset. Jika memilih D1 Pajak, kamu akan ditempa selama 1 tahun, biasanya langsung penempatan di Kantor Pelayanan Pajak Pratama. Beda lagi dengan pendidikan D3 Perbendaharaan, kamu akan menempuh studi selama 3 tahun, kemudian ditempatkan di Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara. Lulusan Manajemen Aset biasanya dinas di Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang. Pokoknya lulusan STAN biasanya ditempatkan di Kementerian Keuangan.

Di Sekolah Tinggi Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (STMKG) memiliki 4 jurusan jenjang D4 dengan masa studi 4 tahun. Meteorologi mempelajari fenomena di atmosfer, baik dari aspek dinamis, fisik, komputasi meteorologi, maupun oseanografi. Klimatologi mempelajari kualitas udara juga keadaan iklim. Geofisika mempelajari gejala-gejala alam yang dikaitkan dengan ilmu fisika. Ada juga Instrumentasi yang mempelajari mesin-mesin peralatan observasi meteorologi, klimatologi, dan geofisika. Di STMKG, Quipperian diproyeksikan untuk bekerja di Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).

Nah kalau STSN menawarkan program D4 setelah lulus kamu akan ditempatkan di Badan Siber dan Sandi Negara. Jurusan yang ada di STSN antara lain Rekayasa Kriptografi, Rekayasa Perangkat Keras Kriptografi, Rekayasa Keamanan Siber, Manajemen Persandian, serta Teknik Persandian. Di sini Brainesian akan belajar seputar siber dan sandi untuk keamanan nasional. Begitu pula dengan sekolah kedinasan lainnya. Jadi Brainesian akan disiapkan untuk jadi tenaga yang ahli pada bidang tertentu. Selama kuliah akan dibekali dengan keterampilan teknis, supaya benar-benar siap ketika lulus nanti.


Sekolah Kedinasan yang Populer di Indonesia

Menarik bukan kalau dilihat apa saja yang bisa kamu dapat dari sekolah kedinasan. Nah, berikut ini beberapa rangkuman sekolah kedinasan yang populer. Kamu pun bisa langsung mengunjungi website resmi masing-masing sekolah ini untuk mengetahui lebih lanjut mengenai sekolahnya.
  1. STAN (Sekolah Tinggi Akuntansi Negara)
  2. IPDN (Institut Pemerintahan Dalam Negeri)
  3. AKPOL (Akademi Kepolisian)
  4. STIS (Sekolah Tinggi Ilmu Statistik)
  5. STSN (Sekolah Tinggi Sandi Negara)
  6. STIN (Sekolah Tinggi Intelijen Negara)
  7. AKMIL (Akademi Militer)
  8. AAL (Akademi Angkatan Laut)
  9. AAU (Akademi Angkatan Udara)
  10. STMKG (Sekolah Tinggi Meteorologi Klimatologi dan Geofisika)
  11. STPI (Sekolah Tinggi Penerbangan Indonesia)
  12. STPN (Sekolah Tinggi Pertanahan Nasional)
  13. STTD (Sekolah Tinggi Transportasi Darat)
  14. POLTEKIP (Politeknik ilmu pemasyarakatan)
  15. POLTEKIM (Politeknik Imigrasi)



Konsekuensi yang Harus Kalian Tahu jika Kalian Daftar Sekolah Kedinasan

Tidak boleh menikah dan/atau hamil selama masa studi

Aturan ini memiliki berbagai variasi, ada yang menyebutkan tidak boleh menikah selama masa studi saja namun ada pula yang menyebutkan tidak boleh menikah sampai dengan pengangkatan PNS. Yang jelas aturan tegas melarang mahasiswa menikah tentu membuat PTK lebih khas dibanding PTN dan PTS yang membebaskan mahasiswanya. Bukannya tanpa alasan, aturan ini dibuat sedemikian rupa agar mahasiswa lebih fokus menyelesaikan studinya ketimbang memikirkan pasangan hidup mengingat studi yang sudah dibiayai negara.

Selain aturan menikah, khusus mahasiswi juga terdapat aturan tidak diperkenankan hamil. Sama halnya dengan menikah, hamil juga tidak diperkenankan karena dapat mengurangi fokus studi. Aturan ini selain ditujukan kepada mahasiswi reguler juga lebih ditujukan kepada mahasiswi tugas belajar yang mana biasanya sudah menikah. Jadi, jika teman-teman mau masuk sekolah kedinasan, harap bersabar ya. Bentar ini doang kok.

Disiplin, lebih banyak aturan dibanding PTN

Sebagian besar perguruan tinggi kedinasan (PTK) menerapkan sistem pendidikan semi-militer dan militer. Hal yang menjadi ciri utamanya adalah adanya aturan kedisiplinan, minimal dalam hal penampilan dan waktu. Tentu hal ini sangat berbeda apabila kita berkuliah di perguruan tinggi non-kedinasan. Tak perlu pakaian seragam, rambut pun tak harus pendek. Sebagian besar sekolah kedinasan juga memiliki asrama yang berada di lingkungan kampus. Artinya hidup mahasiswa mungkin saja diatur dan dijadwalkan sedemikian rupa dari bangun tidur sampai tidur. Jika saya boleh menyimpulkan, kuliah di kedinasan sama halnya seperti saat SMA atau saat mengikuti Pramuka, yaitu adanya aturan baku yang harus ditaati.

Rawan dropout karena nilai atau aturan

Jika pembaca merasakan berkuliah di PTN mungkin sesekali pernah mendengar yang namanya “semester pendek” untuk memperbaiki nilai (atau indeks), dan ada juga istilah “mengulang matkul”. Ya, itulah jalan yang ditempuh kampus PTN (atau PTS) apabila mahasiswanya tidak mencapai standar kelulusan.

Sedangkan jalan yang ditempuh sekolah kedinasan selain mengulang atau remedial adalah dropout atau dikeluarkan. Beberapa kedinasan yang ketat mungkin akan langsung mengeluarkan mahasiswanya ketika nilai akademisnya tidak mencapai standar, namun ada pula yang memberikan kesempatan seperti remedial dan mengulang kelas. Adapun alasan lain yang mendukung mahasiswa dikeluarkan adalah melanggar aturan berat seperti menikah, hamil, atau melakukan perbuatan kriminal.

Denda jika mengundurkan diri selama masa pendidikan

Jika pembaca pernah berkuliah di PTN, mungkin sering mendengar hilangnya mahasiswa karena pindah ke PTK. Tapi apakah mungkin kebalikannya? Ya, mungkin saja sih. Namun beberapa sekolah kedinasan mungkin menerapkan aturan denda (bea ganti rugi) jika mengundurkan diri sebelum masa studi berakhir. Denda tersebut berkisar antara 250 juta sampai dengan 600 juta rupiah tergantung pada jumlah semester yang sudah ditempuh.

Bersedia ditempatkan di seluruh wilayah Indonesia

Ini mungkin menjadi pertimbangan jangka panjang, yakni setelah lulus. Setelah dinyatakan lulus (menyelesaikan studi) maka mahasiswa wajib ditempatkan di lingkungan kementerian/badan/lembaga di mana pun di seluruh wilayah Indonesia bahkan di wilayah terpencil sekalipun. Hal ini mungkin harus didiskusikan dengan orang tua, sanak saudara, atau bahkan calon pasangan. Jangan sampai apabila waktunya nanti penempatan malah galau karena ditempatkan di Papua, misalnya.

Masa ikatan dinas lama, kalau resign harus membayar ganti rugi

Satu lagi yang harus dijadikan pertimbangan ketika akan masuk sekolah kedinasan adalah masa ikatan dinas. Masa ikatan dinas adalah masa wajib kerja di mana lulusan PTK yang dimaksud bekerja mengabdikan diri pada negara selama masa tertentu dan tidak boleh keluar dari kementerian/lembaga/badan tersebut. Apabila oleh karena sesuatu keluar/berhenti maka dikenakan ganti rugi ikatan dinas. Masa ikatan dinas berbeda setiap sekolah kedinasan ada yang 3n, 3n + 1, 2n + 1, dan lainnya sesuai aturan yang melekat pada surat perjanjian ikatan dinas. Contoh masa ikatan dinas mengambil rumus 2n + 1. Masa studi yang ditempuh sampai dengan lulus adalah 4 tahun. Maka, masa ikatan dinasnya adalah 2 x 4 + 1 = 9 tahun.


Yang tak kalah penting, kalau kamu berminat masuk sekolah kedinasan maka persiapkan dirimu dengan sebaik mungkin. Misalnya dengan ikut bimbel khusus sekolah kedinasan baik yang offline maupun bimbel online. Persiapan lebih awal tentu akan lebih baik


Source:
www.menpan.go.id
www.kompasiana.com
www.quipper.com
www.mojok.co
www.brilio.net
Baca Juga
SHARE
Brainesia
brainesia merupakan website belajar untuk adik-adik SMP sampai kuliah dan dapat di akses 24 jam
Subscribe to get free updates

Related Posts

Posting Komentar

Download Soal