Pembahasan Ilmu Ekonomi Regional Lengkap

Pembahasan Ilmu Ekonomi Regional Lengkap

Pengertian
Ilmu ekonomi regional merupakan bagian daripada ilmu ekonomi, dimana secara spesifik membahas tentang  pembatasan pembatasan wilayah ekonomi dari suatu Negara dengan mempertimbangkan kondisi dan sumber daya alam serta sumber daya manusia yang tersedia disetiap wilayah ekonomi. Ilmu ekonomi regional tidak membahas tentang kegiatan individu, tetapi melainkan menganalisa suatu wilayah secara keseluruhan dengan mempertimbangkan potensi yang beragam yang dapat dikembangkan untuk mempercepat pertumbuhan ekonomi dari wilayah yang bersangkutan.

Sejarah Perkembangan Ekonomi Regional
Sebagaimana telah dikemukakan terdahulu, di masa lalu ada teori – teori yang dapat dikategorikan sebagai bagian dari ekonomi regional yang terutang secara berserakan pada bagian tulisan. Dalam hal ini dapat disebutkan, antara lain model lokasi berbagai jenis usaha dari Von Thunen (1826), model lokasi dari Weber (1929), teori Central Places dari Christaller (1933), dan teori lokasi ekonomi dari Losch (1939). Di antara keempat teori tersebut, di dalam studi ekonomi, hanya teori lokasi Weber yang agak banyak dikenal. Setelah itu walaupun ada berbagai teori lain yang bermunculan, tidak menjadi perhatian bagi para ahli ekonomi. Para pemikir ekonomi regional baru menemukan momentumnya kembali setelah diterbitkannya disertasi, Walter Isard pada tahun 1956. 

Dalam kurun tenggang waktu kosong karya ilmiah yang berkaitan dengan ekonomi regional dituangkan dalam jurnal, majalah ilmiah, atau tulisan lepas lainnya sehingga tidak menjadi perhatian dan bahkan sering tidak berada dalam daftar referensi perpustakaan. Lagi pula yang banyak dibahas orang bukanlah ekonomi regional an sich melainkan gabungan dari beberapa disiplin ilmu yang berkaitan dengan studi wilayah. Gabungan dari beberapa ilmu disebut regional science. Regional science mencakup beberapa bidang ilmu, seperti ekonomi regional, ilmu bumi ekonomi, sosiologi, antropologi, ilmu hokum (peraturan – peraturan) sesuai engantopik yang dibahas.
nonprofitquarterly.org

Dalam pertumbuhannya, terutama karena didesak oleh kebutuhan, materi dari regional science banyak dibahas dalam perencanaan perkotaan dan perencanaan pembangunan daerah. Di dalam perencanaan daerah selalu muncul permasalahan tentang memilih lokasi dari berbagai kegiatan yang direncanakan akan dibangun di masa mendatang. Karena tidak adanya pedoman atau buku referensi yang dapat dipakai, penentuan lokasi sering dilakukan atas dasar musyawarah dari orang – orang yang memiliki berbagai keahlian/kepentingan dalam suatu lembaga perencanaan pembangunan daerah (pedesaan dan perkotaan)

Hasil musyawarah badan perencanaan perkotaan dari berbagai disiplin ilmu itu kemudian dicarikan titik temunya, yaitu prinsip – prinsip yang terkandung di dalamnya. Ternyata sasaran umum rencana perkotaan adalah terciptanya efisiensi dalam kehidupan masyarakat. Untuk mencapai efisiensi kehidupan masyarakat secara sadar dan tidak sadar, para perencana sering kali telah menerapkan prinsip – prinsip ekonomi.

Mengenal Lebih Jauh Ekonomi Regional
Ilmu ekonomi adalah ilmu yang mempelajari bagaimana manusia memenuhi kebutuhan hidupnya yang ketersediaannya atau kemampuan orang mendapatkannya terbatas. Ilmu Ekonomi Regional (IER) atau ilmu ekonomi wilayah adalah suatu cabang dari ilmu ekonomi yang dalam pembahasannya memasukkan unsur perbedaan potensi satu wilayah dan wilayah lainnya. Ilmu ekonomi regional berkaitan dengan ilmu lain terutama dengan ilmu bumi ekonomi (economic geography). Ilmu bumi ekonomi adalah ilmu yang mempelajari keberadaan suatu kegiatan di suatu lokasi dan bagaimana wilayah sekitarnya bereaksi atas kegiatan tersebut. Ilmu bumi ekonomi mempelajari tentang gejala-gejala suatu kegiatan yang berhubungan dengan tempat atau lokasi sehingga ditemukan prinsip-prinsip penggunaan tata ruang yang  berlakuu umum. Prinsip ini dapat dipakai membuat kebijakan pengaturan penggunaan ruang wilayah yang efektif dan efisien berdasarkan tujuan umum yang hendak dicapai.

Ilmu bumi ekonomi menggarap kegiatan secara individual, yaituu mempelajari dampak satu atau kelompok kegiatan di suatu lokasi terhadap kegiatan lain di lokasi lain, atau bagaimana kinerja kegiatan di lokasi itu sebagai akibat dekat atau jauhnya lokasi itu dari lokasi kegiatan lain, tetapi lokasi itu saling berhubungan. Sedangkan ekonomi regional tidak membahas kegiatan individual melainkan menganalisis suatu wilayah secara keseluruhan atau melihat berbagai wilayah dengan potensi yang beragam dan bagaimana mengatur suatu kebijakan yang dapat mempercepat pertumbuhan ekonomi seluruh wilayah. Namun ilmu ekonomi regional dan ilmu bumi ekonomi menggunakan beberapa istilah yang sama misalnya wilayah nodal, wilayah homogen, kota, dan wilayah belakangnya, tetapi dengan pendekatan yang berbeda. Unit analisis ekonomi regional adalah wilayah ataupun sektor dan bukan kegiatan individual.

Ilmu ekonomi regional baru masuk ke Indonesia pada awal tahun 1970-an, karena pemerintah menyadari betapa pentingnya pembangunan daerah sebagai bagian dari cara untuk mencapai tujuan pembangunan nasional. Artinya, pemerintah mulai menyadari bahwa kebijakan ekonomi tidak bisa diseragamkan untuk semua daerah, karena kondisi dan potensi setiap  daerah tidak sama.
Istilah-istilah yang digunakan
  • Wilayah = region = ruang secara umum
  • Kawasan = wilayah yang memiliki kesamaan kondisi fisik
  • Perekonomian wilayah = perekonomian suatu kesatuan ruang tanpa ada konotasi dengan wilayah pemerintahan tertentu.
  • Perekonomian daerah = terkait dengan wilayah administrasi pemerintahan misalnya perekonomian wilayah provinsi, kabupaten, kota dan kecamatan.
Hakikat Ilmu Ekonomi Regional
  • Ilmu ekonomi regional adalah cabang ilmu ekonomi yang memasukkan unsur lokasi dalam bahasan ilmu ekonomi tradisional.
  • Ilmu ekonomi regional memiliki kekhususan dalam menjawab pertanyaan where, yaitu tentang di mana lokasi dari suatu kegiatan yang seharusnya, namun tidak menunjuk pada lokasi konkret.
  • Ilmu ekonomi regional pada umumnya memiliki tujuan yang sama dengan teori ekonomi umum, yaitu full employment, economic growth, dan price stability.
  • Ilmu ekonomi regional bermanfaat untuk membantu perencana wilayah menghemat waktu dan biaya dalam memilih lokasi.
  • Pada implementasi fisik di lapangan, ilmu ekonomi regional harus diimplementasikan dengan cabang ilmu lain yang cocok dengan kegiatan yang akan dilakukan.
  • Ilmu ekonomi regional murni membicarakan prinsip-prinsip ekonomi yang terkait dengan wilayah. Terdapat 2 kelompok ilmu yang lazim menggunakan ilmu ekonomi regional sebagai peralatan analisis. Regional science adalah gabungan berbagai disiplin ilmu yang digunakan untuk menganalisis kondisi suatu wilayah dengan menekankan analisisnya pada aspek-aspek sosial ekonomi dan geografi, sedangkan regional planning yang lebih menekankan analisisnya pada aspek-aspek tata ruang, land use (tata guna lahan) dan perencanaan (planning).
  • Ilmu ekonomi regional dan ekonomi pembangunan mempunyai sasaran yang sama, yaitu mencari langkah-langkah yang perlu ditempuh untuk meningkatkan kemakmuran masyarakat, akan tetapi, keduanya berbeda terutama karena luas cakupannya.
  • Hampir semua disiplin ilmu berguna dalam perencanaan pembangunan. Ilmu ekonomi regional dapat berperan dalam penentuan kebijakan awal, seperti menyarankan komoditi atau kegiatan apa yang perlu dijadikan unggulan dan di wilayah mana komoditi itu dapat dikembangkan.
  • Sampai saat ini, para ahli ekonomi regional masih memiliki pandangan yang berbeda tentang materi apa saja yang termasuk dalam kategori ilmu ekonomi regional. Namun, cakupan ilmu ekonomi regional tidak mungkin dibahas lepas dari induknya, yaitu teori ekonomi umum (terutama cabang ekonomi makro dan ekonomi pembangunan). Berbagai ahli mempunyai pandangan yang berbeda-beda tentang cakupan ilmu ekonomi regional.
Cakupan Ilmu Ekonomi Regional
Ilmu ekonomi regional tidak mungkin dibahas lepas dari induknya, yaitu teori ekonomi umum (terutama cabang ekonomi makro dan ekonomi pembangunan). Harry W. Richardson, Teori pertumbuhan ekonomi wilayah dikutip dari teori ekonomi umum dengan modifikasi seperlunya agar lebih pas membahas ekonomi wilayah. Juga ada teori yang diikembangkan khusus dalam ekonomi regional, seperti teori basis ekspor dan kaitan ekonomi wilayah. Edgar M. Hoover umumnya menggunakan pandangan teori ekonomi umum yang digunakan untuk menganalisis potensi ekonomi wilayah dan hubungan ekonomi antarwilayah. Avrom Bendavid, memulai dengan materi yang tercakup dalam teori ekonomi makro seperti teori nilai tambah dan analisis input-output yang diterapkan untuk ekonomi wilayah dan dilanjtukan dengan teori yang khusu dikembangkan dlam ekonomi regional, seperti analisis shift-share dan teori basis ekspor.

Peran Ekonomi Regional Dalam Membangun Wilayah
Ketika ekonomi perkotaan dan regional mulai berkembang menjadi sebuah cabang ilmu ekonomi yang terpisah (dasawarsa 1950 dan 1960an), sebagian besar ekonom yang memiliki minat di bidang ini berpikir bahwa cabang ilmu ekonomi perkotaan dan regional benar-benar berbeda dengan cabang ilmu ekonomi lainnya. Namun, perkembangan selanjutnya (pada akhir dasawarsa 1960 dan awal 1970-an) menunjukkan bahwa cabang ilmu ekonomi perkotaan dan regional sebenarnya merupakan suatu bagian yang vital dari disiplin ilmu ekonomi secara keseluruhan dan terkait dengan disiplin ilmu lainnya. Selain itu, kenyataan yang ada menunjukkan bahwa teori serta metode yang digunakan oleh para ahli geografi, khususnya ahli ekonomi geografi, tidak berbeda jauh dengan yang digunakan oleh para ahli ekonomi perkotaan dan regional di dalam pembahasan kewilayahan.

Carl J. Sinderman, seorang ahli biologi dalam bukunya The Joy of Science menjelaskan bahwa, “what a beautiful blueprint for action!…What a fraud! There is no single scientific method;…Reality, for most professionals, is far sloppier than the neat textbook ‘scientific method,’ and follows no single pathway”. Sinderman, ingin menekankan bahwa masing-masing ilmuwan tidak perlu memperdebatkan metode ilmiah yang paling benar. Beragam metode dengan pendekatan yang berbeda, tetap dapat memberi kontribusi bagi kemajuan ilmu pengetahuan. Saat ini, banyak ilmuwan yang tertarik dengan bidang atau kajian yang serupa, walaupun menggunakan metode ilmiah yang berbeda. Integrasi dari semua karya ilmiah yang dikerjakan di masing-masing bidanglah yang justru memajukan pengetahuan dan bukan hanya hasil kajian ilmu tertentu saja.

Pernyataan di atas bukan untuk menjelaskan bagaimana analisis kewilayahan harus mengikuti berbagai aturan positivisme ilmiah, tetapi lebih untuk mempertegas bahwa tidak hanya satu metode ilmiah saja yang dapat digunakan. Lebih baik jika kita peduli terhadap manfaat analisis kewilayahan sebagai landasan bagi penyusunan kebijakan kewilayahan, dan tidak memperdebatkan metode ilmiah yang digunakan masing-masing ilmuwan. Analisis kewilayahan lebih merupakan sebuah pendekatan berbagai teori, kebijakan, dan perencanaan sosial yang terintegrasi.

Pemahaman tentang kekuatan ekonomi dibalik perkembangan suatu wilayah merupakan hal yang mutlak diperlukan dalam menyusun perencanaan pengembangan wilayah. Dalam kenyataannya selama ini, aspek teknis memiliki porsi peranan yang lebih besar ketimbang aspek lainnya, seperti ekonomi dan sosial. Kondisi tersebut saat ini mulai berubah dimana perencanaan wilayah tidak lagi mengabaikan unsur perkembangan ekonomi dan sosial, karena adanya fenomena bahwa suatu wilayah akan berkembang dan terpolarisasi sebagai akibat dari perkembangan aktivitas ekonomi dan sosial. Sebagai contoh, Kota London yang dikenal sebagai pusat aktivitas finansial dunia, berkembang menjadi Greater London karena munculnya aktivitas-aktivitas ekonomi dan sosial yang baru di sekitar wilayah pinggirannya. Perkembangan aktivitas tersebut bahkan tidak mampu diprediksi sebelumnya, sehingga sempat terjadi penyalahgunaan pemanfaatan ruang. Oleh karena itu, perencanaan wilayah memang mutlak melibatkan sudut pandang yang bersifat multi dimensi sehingga pengaturan ruang memang sesuai perkembangan alamiah suatu wilayah.

Dalam perkembangannya, konsep mengenai perencanaan wilayah terus mengalami evolusi. Penerapan prinsip-prinsip laissez-faire, dimana pasar dibiarkan bebas bekerja sehingga campur tangan pemerintah dalam bentuk perencanaan tidak banyak dibutuhkan, ternyata tidak tepat lagi dalam konteks pembangunan wilayah modern. Kenyataan yang ada menunjukkan bahwa mekanisme pasar belum tentu dapat mengatasi semua permasalahan yang muncul dan dibutuhkan campur tangan pemerintah yang lebih luas lagi. Dengan adanya intervensi pemerintah dalam bentuk penyusunan perencanaan maka diharapkan alokasi sumberdaya menjadi lebih baik dan dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara agregat.

Bermacam-macam persoalan yang dapat muncul akibat adanya dominasi prinsip-prinsip laissez-faire, antara lain pertumbuhan jumlah penduduk yang tidak terkendali, distribusi pendapatan yang tidak merata, terbatasnya penyediaan barang-barang publik, masalah pengangguran, ketidakstabilan kondisi sosial dan ekonomi, tingkat kriminalitas yang tinggi, kesemrawutan tata ruang. Berbagai masalah ini akan semakin parah jika campur tangan pemerintah dikurangi atau dihilangkan sama sekali.

Berbagai deskripsi di atas menunjukkan pentingnya peranan ekonom regional dalam penyusunan perencanaan pengembangan wilayah. Bagaimanapun juga, pemahaman terhadap suatu wilayah harus dilandasi oleh pemahaman tentang aktivitas ekonomi apa saja yang ada di dalam wilayah tersebut, termasuk bagaimana aktivitas tersebut bisa terbentuk. Penentuan lokasi yang dilakukan para agen ekonomi (perusahaan dan rumah tangga) tentunya didasarkan pada rasionalitas yang mereka miliki. Ekonom regional memiliki berbagai peralatan analisis yang dapat digunakan untuk mengukur dan menganalisis mengapa terbentuk suatu aktivitas ekonomi, dimana aktivitas tersebut terbentuk, bagaimana aktivitas tersebut dapat berkembang, dan apa dampak ekonomi dari perkembangan aktivitas tersebut dalam konteks spasial. Analisis yang dilakukan oleh para ekonom regional tidak terbatas hanya untuk memahami aktivitas ekonomi di dalam suatu wilayah saja, tetapi juga mencoba mengidentifikasi keterkaitan dan interaksi antar wilayah. Berbagai alat analisis seperti model input-output, economic base theory dan shift-share analysis, sistem neraca sosial ekonomi (social accounting matrix), model keseimbangan umum (general equilibrium model), model gravitasi, berbagai indeks ketimpangan wilayah, maupun ekonometrika spasial menjadi kekuatan yang dimiliki para ekonom regional dalam menganalisis ekonomi wilayah dengan baik.

Untuk mendapatkan hasil yang optimal, pembangunan wilayah di Indonesia harus dilaksanakan secara terpadu dengan menyusun perencanaan dari sudut pandang pengembangan wilayah (regional development). Secara teoritis pembangunan wilayah harus dapat menyeimbangkan kepentingan lokal dengan tujuan nasional secara keseluruhan. Keterpaduan kepentingan tersebut melibatkan keterpaduan antar sektor, baik sektor-sektor ekonomi, sektor-sektor non-ekonomi dan antara kawasan rural maupun urban. Dalam konteks pembangunan wilayah, ekonom regional dapat berperan untuk menganalisis kecenderungan arah pergerakan aktivitas ekonomi di masa mendatang. Ini dapat membantu para perencana teknis untuk merencanakan pembangunan infrastruktur sesuai arah kebutuhan aktivitas yang diinformasikan oleh para ekonom regional. Tanpa kerjasama antara ekonom regional dengan para perencana, pembangunan wilayah dapat menempatkan aktivitas di ruang yang salah.

Saat ini, para ekonom regional menggunakan pendekatan baru dalam konteks penyusunan perencanaan wilayah. Mereka tidak lagi sekedar percaya pada historical data untuk mengamati perilaku ekonomi yang ada di suatu wilayah. Salah satu kelemahan para perencana wilayah di masa lalu ialah adanya keyakinan dari mereka bahwa perilaku ekonomi wilayah di masa lalu dapat menjadi acuan dalam merencanakan masa depan suatu wilayah. Ini ibarat melihat “kaca spion” ketika mengemudi, dengan harapan bahwa jalan yang akan dilalui di depan, sama polanya dengan jalan yang telah dilewati. Akibatnya, perencanaan wilayah seringkali mengalami kendala karena kesalahan di dalam memprediksi masa depan. Oleh karenanya, para ekonom regional saat ini menggunakan kombinasi antara traditional tools dengan pendekatan modern seperti multi-sector analysis (MSA) dan cluster analysis. Salah satu penekanan dalam pendekatan modern ini ialah adanya keyakinan bahwa setiap perencanaan wilayah harus didesain untuk mengantisipasi berbagai kemungkinan kejadian di masa mendatang. Hal ini mengingat semakin tingginya derajat ketidakpastian (uncertainty) perekonomian dan kondisi iklim dunia, sehingga kemampuan antisipasi lebih penting ketimbang sekedar mengikuti pola perilaku yang sudah ada. Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, tidak mungkin dalam mengembangkan wilayah hanya menggunakan satu pendekatan ilmu atau metode saja. Peranan ekonom regional merupakan bagian yang penting dan tidak terpisahkan dalam perencanaan maupun analisis pengembangan wilayah, dan sama pentingnya dengan peran para perencana dari disiplin ilmu non-ekonomi. Karakteristik setiap wilayah tentunya tidak sama, sehingga membutuhkan kejelian dan kemampuan intuisi para perencana wilayah untuk mengkombinasikan berbagai pendekatan ilmu yang ada.

Keuntungan sumber daya alam, hal ini menjadi landasan penting karena sumber daya alam merupakan aset penting di bidang produksi, jika sumber daya alamnya baik dan berlimpah maka semakin besar potensi suatu negara untuk lebih maju dan berkembang. Penghematan, hal ini memang sangat diperlukan dalam hal pembangunan suatu wilayah. Kita membutuhkan suatu perencanaan yang bagus dengan meminimalisir pengeluaran agar hasil yang kita dapat memuaskan.
Biaya angkut, biaya angkut juga diperhatikan karena secara tidak disadari penmgangkutan yang kita lakukan dari satu wilayah ke wilayah lain membutuhkan dana yang cukup besar dibanding dengan beberapa daerah di satu wilayah.

Ilmu ekonomi regional dibedakan menjadi dua, yaitu :
  1. Regional science, ilmu ekonomi regional yang menekankan pada analisa aspek-aspek ekonomi dan geografi suatu negara.
  2. Regional planning, berbeda dengan regional science, cabang ini lebih nmenekankan pada aspek-aspek tata ruang, land-use, dan suatu perencanaan.
Pada intinya ilmu ekonomi regional ini menjadi jawaban bagi kita dimanakan wilayah yang bisa memaksimalkan suatu kegiatan perekonomian sehingga menghasilkan prospek yang baik pula, inilah bedanya ilmu ekonomi regional dengan ekonomi tradisional. Selanjutnya kita akan membahas tentang fungsi ilmu ekonomi regional dalam perencanaan pembangunan wilayah :

Penentuan wilayah
Keberadaan ilmu ekonomi wilayah mampu membantu menentukan suatu wilayah yang akan dibangun. Segala perencanaan disiapkan untuk menentukan suatu wilayah, hal ini butuh kecermatan dan ketelitian apabila ada sebuah kesalahan, maka wilayah ini akan fakum dan tidak memiiliki prospek dan perkembangan yang signifikan. Wilayah yang akan dipilih disebut wilayah perencanaan. Wilyah perencanaan adalah wilayah yang memiliki koherensi atau satu kesatuan diantara aspek-aspek ekonomi yang ada. Wilayah ini dianggap sebagai wilayah yang memiliki cakupan besar yang memungkinkan terjadinya suatu perubahan-perubahan di bidang ekonomi.

Adapun ciri-ciri wilayah perencanaan sebagai berikut :
  • Memiliki luas yang cukup untuk mengambil sebuah keputusan investasi yang berskala besar.
  • Mampu mengubah dan mengkoordinir industrinya menjadi lebih baik dengan tata kerja yang mereka miliki.
  • Mempunyai struktur perekonomian yang homogen.
  • Memiliki minimal satu titik potensi pertumbuhan
  • Menggunakan suatu cara atau pendekatan yang berorientasi pada perencanaan pembangunan.
  • Dihuni oleh masyarakat yang memiliki kesadaran dan kepedulian tentang pembangunan.
  • Penentuan kebijakan awal
  • Dengan adanya ilmu ekonomi regional pemerintah mampu mengambil suatu kebijakan awal, yang meliputi pemilihan sektor, sektor mana yang dianggap memiliki potensi dan keunggulan, serta memiliki daya saing dan hasil yang besar.
  • Memilihkan kegiatan atau komoditi
  • Ilmu ekonomi regional memberikan saran atau pilihan untuk kegiatan ataupun komoditi yang bisa dilaksanakan. Ilmu ekonomi regional menyarankan beberapa kegiatan yang perlu dan harus dilaksanakan serta memilihkan komoditi suatu daerah yang bisa dijadikan unggulan.
  • Sebagai acuan pemerintah pusat
  • Dengan ilmu ekonomi regional ini pemerintahan mampu terbantu dalam hal penenentuan kebijakan yang bisa mempercepat pertumbuhan ekonomi dari keseluruhan wilayah.
  • Menghemat waktu dan biaya
  • Ilmu ekonomi regional mampu membuat perencanaan atau penentuan suatu wilayah yang akan dijadikan pusat kegiatan dengan cepat dan efektif. Sehingga kita mmapu menghemat watu dan biaya.
  • Itulah beberapa kontribusi ilmu ekonomi regional dalam perencanaan pembangunan wilayah. Tidak bisa dipungkiri bahwa memang keberadaan ilmu ekonomi regional sangat diperlukan di dalamnya baik sebagai referensi atau landasan dalam melakukan perencanaan pembangunan suatu wilayah.
Badan Kerja Sama Ekonomi Regional
5 Badan Kerja Sama Ekonomi Regional dengan Lengkap – Pada awalnya, perdagangan antarnegara, tidak hanya dilakukan antarnegara. Negara juga melakukan kerja sama dengan lembaga Ekonomi Regional. Cara melakukan kerja sama dengan menjadi anggota ataupun tidak. Kerja sama antarnegara terbatas pada ekspor dan impor. Seiring perkembangan zaman dan pengaruh globalisasi, kerja sama antarnegara meluas dalam berbagai bidang. Agara kerja sama ini berjalan lancar, perlu diatur dalam suatu wadah organisasi. Badan Kerja sama regional dikembangkan oleh beberapa negara sebagai berikut.
1.  Association South Of East Asian Nations (ASEAN)
Association South Of East Asian Nations (ASEAN) adalah organisasi bangsa-bangsa di kawasan Asia Tenggara. ASEAN didirikan pada tanggal 8 Agustus 1967 di Bangkok atas prakarsa Indonesia, Malaysia, Singapura, Filipina, dan Thailand. Pendirian ASEAN berdasarkan Deklarasi Bangkok. Saat ini ASEAN beranggotakan sepuluh negara. Tujuan utama ASEAN dalah mengadakan kerja sama dalam bidang ekonomi, sosial, dan budaya antarnegara anggota ASEAN. Pada tahun 1992 beberapa negara anggota ASEAN melalui kepala negara sepakat untuk menggalakkan kerja sama dalam bidang politik dan keamanan di kawasan Asia Tenggara. Kerja sama ASEAN bertujuan mempercepat pertumbuhan ekonomi di kawasan Asia Tenggara. Dalam perkembangannya, kerja sama ASEAN mengarah perdagangan bebas pada tahun 2003 di kawasan Asia Tenggara (ASEAN Free Trade Area/AFTA). Tujuan AFTA adalah meningkatkan keunggulan kompetitif produk-produk ASEAN, serta mengurangi tarif guna meningkatkan efisiensi produksi atas industri perdagangan. Pada tahun 2015 negara-negara anggota ASEAN menginginkan terbentuknya komunitas ekonomi. Hal ini dipertegas dengan penandatanganan ASEAN Economic Community (AEC) Blueprint oleh pemimpin negara-negara ASEAN. Kesepakatan ini diharapkan membawa kawasan Asia Tenggara menuju pasar tunggal dan basis produksi pada tahun 2015.

2. Asia Pasific Economic Cooperation (APEC)
Negara-negara di kawasan Asia Pasifik membentuk kerja sama ekonomi pada bulan November 1989 di Canberra, Australia. Kerja sama ini disebut Asia Pasific Economic Cooperation (APEC) yang mencakup Benua Asia, Australia, Amerika Utara, dan Amerika Selatan. Tujuannya menjalin kerja sama perdagangan, investasi, dan pariwisata; memperkuat perdagangan multilateral bagi kepentingan Asia Pasifik serta negara-negara lain; mengurangi hambatan perdagangan antarnegara; serta meningkatkan kualitas sumber daya manusia guna mendorong pelaksanaan pembangunan dan pertumbuhan ekonomi. Pada tanggal 5 November 1994 berlangsung KTT II APEC di Bogor, Indonesia yang menghasilkan Deklarasi Bogor (Bogor Declaration). APEC mencanangkan perdagangan bebas pada tahun 2010 untuk negara maju dan tahun 2020 untuk negara berkembang.

3. European Economic Community (ECC)
European Economic Community (ECC) juga disebut Masyarakat Ekonomi Eropa (MEE). MEE berdiri pada tahun 1957 di Roma, Italia atas kesepakatan beberapa negara Eropa Barat. Pada bulan Febuari 1992 MEE berubah menjadi Uni Eropa (European Union/EU). Untuk mempererat kerja sama negara-negara anggota Uni Eropa, mulai tanggal 1 Januari 1999 dikeluarkan mata uang tunggal, yaitu euro. MEE bertujuan menghilangkan hambatan perdagangan bebas guna memajukan kehidupan ekonomi dan sosial masyarakat Eropa, mempersatukan perekonomian ke dalam wilayah pemasaran bersama, memobilisasi potensi ekonomi, serta meningkatkan daya saing MEE dalam perekonoman global.

4. Colombo Plan
Colombo Plan merupakan rencana kerja sama untuk mengembangkan ekonomi di Asia Selatan dan di Asia Tenggara. Colombo Plan bertujuan untuk meningkatkan taraf hidup masyarakat di Asia Selatan dan di Asia Tenggara melalui penyusunan dan pelaksanaan rencana kerja sama internasional.
Adapun bentuk-bentuk bantuan Colombo Plan adalah sebagai berikut.
a)    Pinjaman dan sumbangan untuk proyek nasional.
b)    Bahan makanan, pupuk, dan barang konsumsi.
c)    Alat perlengkapan (mesin, alat transportasi, dan alat laboratorium).
d)    Jasa tenaga ahli
e)    Pendidikan dan latihan keterampilan.

5. NAFTA (North American Free Trade Area)
NAFTA merupakan blok perdagangan di kawasan Amerika Utara (USA, Kanada, dan Meksiko) NAFTA akan melakukan perdagangan bebas di kawasan Amerika Utara pada tahun 2010, di mana arus lalu lntas barang dagangan antara anggota bebas masuk tanpa hambatan/non tarif di kawasan NAFT.

Manfaat Ilmu Ekonomi Regional
Manfaat IER dapat dibagi dua, yaitu manfaat makro dan manfaat mikro. Manfaat makro bertalian dengan bagaimana pemerintah pusat dapat menggunakannya untuk mempercepat laju pertumbuhan kesluruhan wilayah. Manfaat mikro, yaitu bagaimana IER dapat membantu perencana wilayah menghemat waktu dan biaya dalam proses menentukan lokasi suatu kegiatan atau proyek.

Contoh manfaat makro dapat dikemukakan sebagai berikut. Ditinjau dari sudut pemerintah pusat masing – masing wilayah memiliki potensi yang berbeda. Dari sudut potensi, masing – masing wilayah memiliki keunggulan komparatif yang berbeda dan bisa dimanfaatkan untuk menetapkan skala prioritas yang berbeda untuk masing – masing wilayah. Dari sudut tingkat pendapatan, masing – masing wilayah memiliki tingkat pendapatan yang berbeda. Wilayah dengan tingkat pendapatan rendah memiliki MPC (marginal propensity to consume) yang tinggi. Hal ini bisa digunakan untuk meningkatkan efek pengganda (multiplier effect) dari pengeluaran pemerintah pusat.

Contoh manfaat mikro dapat dikemukakan sebagai berikut. IER membantu perencanaan wilayah dalam menentukan dibagian wilayah mana suatu kegiatan/proyek itu sebaiknya dibangun, tetapi tidak sampai menunjuk lokasi konkret dari proyek tersebut. Dengan demikian, mungkin ada yang mempertanyakan apa manfaat/kegunaan IER, karena tidak mampu langsung menunjukan lokasi. Seorang perencana wilayah berhadapan dengan wilayah yang begitu luas. Apabila langsung ingin mendapat jawaban dimana site-nya, ia harus melakukan survey terhadap keseluruh wilayah. Hal ini membutuhkan waktu dan biaya yang sangat besar. IER memiliki alat analisis yang bisa menunjuk pada bagian wilayah mana kegiatan seperti itu memiliki keunggulan komparatif. Dengan demikian, bagian wilayah yang perlu disurvei secara rinci dipersempit untuk menghemat waktu dan biaya. Analisis IER membutuhkan biaya yang relatif murah karena dalam banyak hal cukup menggunakan data sekunder. Dengan demikian, IER dapat membantu perencana wilayah untuk menghemat waktu dan biaya dalam proses memilih lokasi.

Konsep Region Ekonomi Regional
Ruang (region) merupakan hal yang sangat penting dalam pembangunan wilayah. Konsep ruang mempunyai beberapa unsure yaitu :1. Jarak, 2 lokasi, 3 bentuk, 4 dan ukuran. Konsep ruang sangat berkaitan erat dengan waktu, karena pemanfaatan bumi dan dengan segala ininya kekayaannya membutuhkan organisasi /pengaturan ruang dan waktu . Unsur-unsur tersebut diatas secara bersama sama menyusun unit tataruang yang disebut wilayah.

Whittlessey (1945) memformulasikan pengertian tata ruang berdasarkan : 1 unit areal kongkret 2. fungsionalitas diantara fenomena dan 3 subyektivitas dalam penentuan criteria. Kemudian Harthorne (1960) mengintroduksikan unsure hubungan fungsional diantara fenomena yang melahirkan konsep struktur fungsional tata ruang. Struktur fungsional tata ruang bersifat subyektif, karena dapat menentukan fungsionalitas berdasarkan criteria subyektif.

Menurut Hanafiah (1985) konsep jarak mempunyai dua pengetian : yaitu jarak absolute  dan jarak relative yang mempengaruhi konsep ruang. Konsep jarak dan ruang relative  ini berkaitan dengan hubungan fungsional diantara fenomena. Dalam struktur tata ruang , jarak relative merupakan fungsi dari pandangan atau persepsi terhadap jarak . Dalam konsep ruang absolute jarak diukur secara fisik, sedangkan dalam konsepruang relative jarak diukur secara fungsional berdasarkan unit waktu, ongkos dan usaha.

Wilayah administrative adalah wilayah yang batas-batasnya ditentukan berdasarkan kepentingan adminitrasi pemerintahan atau politik. Seperti propinsi, kabupaten, kecamatan, desa/kelurahan. Dan RT/RW/. Sukirno (1976) menyatakan bahwa didalam praktek , apabila membahas mengenai pembangunan wilayah maka pengertian wilayah administrasi merupakan pengertian yang paling banyak digunakan. Lebih populernya penggunaan pengertian tersebut disebabkan dua factor  yakni
  1. Dalam kebijaksanaan dan rencana pembangunan wilayah, diperlukan tindakan-tindakan dari berbagai badan pemerintah . Dengan demikian lebih praktis apabila pembangunan wilayah didasarkan pada suatu wilayah administrasi  yang telah ada.
  2. Wilayah yang batasnya ditentukan atas suatu administrasi pemerintah lebih mudah dianalisis , karena sejak lama pengumpulan data diberbagai bagian wilayah berdasarkan pada suatu wilayah administrasi tersebut.
Sebagai wilayah yang memperhatikan koherensi atas kesatuan keputusan keputusan ekonomi . Wilayah perencanaan dapat dilihat sebagai wilayah yang cukup besar untuk memungkinkan terjadi perubahan – perubahan penting dalam penyebaran penduduk dan kesempatan kerja, namum cukup kecil untuk memungkinkan persoalan persoalan perencanaannya dapat dipandang sebagai satu/kesatuan. Wilayah perencanaan bukan hanya dari aspek fisikdan ekonomi, namun ada juga dari aspek ekologis. Misalnya dalam kaitannya dengan pengelolaan daerah aliran sungai(das). Pengelolaan daerah aliran sungai harus direncanakan dan dikelola mulai dari hulu sampai hilirnya.

Tujuan Ekonomi Regional
Tujuan (goals) ilmu ekonomi regional sebetulnya tidak jauh berbeda dengan tujuan ilmu ekonomi pada umumnya. Ferguson (1965) mengatakan bahwa tujuan utama kebijakan ekonomi adalah
  1. Menciptakan full employment atau setidak-tidaknya tingkat pengangguran yang rendah menjadi tujuan pokok pemerintahan pusat maupun daerah. Dalam kehidupan masyarakat, pekerjaan bukan saja berfungsi sebagai sumber pendapatan, tetapi sekaligus juga memberikan harga diri/status bagi yang bekerja.
  2. Adanya Economic growth (pertumbuhan ekonomi), karena selain menyediakan lapangan kerja bagi angkatan kerja baru, juga diharapkan dapat memperbaiki kehidupan manusia atau peningkatan pendapatan. Tanpa perubahan, manusia merasa jenuh atau bahkan merasa tertinggal.
  3. Tercapainya Price stability (Stabilitas Harga) untuk menciptakan rasa aman/tentram dalam perasaan masayarkat. Harga yang tidak stabil membuat masyarakat merasa waswas, misalnya apakah harta atau simpanan yang diperoleh dengan kerja keras, nilai atau manfaat berkunjung di kemudian hari.
Ada di antara ekonomi yang tidak mungkin dilakukan daerah (pemerintah daerah) apabila daerah itu bekerja sendiri, yaitu menstabilkan tingkat harga. Namun, apabila daerah itu dapat memenuhi tujuan pertama dan kedua, hal itu turut membantu pemerintah pusat untuk memenuhi tujuan ketiga. Namun, di lain sisi, daerah karena wilayahnya yang lebih sempit, dapat membuat kebijakan yang lebih bersifat spasial sehingga ada hal-hal yang dapat dilakukan oleh daerah secara lebih baik ketimbang oleh pemerintah pusat. Hal-hal yang bisa diatur di daerah secara lebih baik, yang merupakan tujuan pokok tambahan yaitu sebagai berikut,
  • Terjaganya kelestarian lingkungan hidup.
  • Pemerataan pembangunan dalam wilayah.
  • Penetapan sektor unggulan wilayah.
  • Membuat keterkaitan aantar sektor yang lebih serasi dalam wilayah, sehingga menjadi bersinergi dan berkesinambungan.
  • Pemenuhan kebutuhan pangan wilayah.
Kaitan Ilmu Ekonomi Regional dan Ilmu Lainnya
IER bukan ilmu yang cukup lengkap untuk membahas pembangunan suatu daerah apabila sampai pada implementasi fisik di lapangan. Oleh karena itu sangat dibutuhkan kerjasama dengan disiplin ilmu yang lain. Selain ilmu ekonomi dan ilmu bumi ekonomi (termasuk teori lokasi), cabang ilmu lain yang diterapkan dengan ilmu ekonomi regional adalah sosiologi, ilmu politik, demografi, dan ilmu lingkungan.  Di Amerika berkembang Regional sciences yang menggabungkan berbagai disiplin ilmu untuk menganalisis kondisi suatu wilayah. Regional sciences juga menggunakan prinsip-prinsip ekonomi. Perbedaan ekonomi regional dan regional sciences adalah IER murni membicarakan prinsip-prinsip ekonomi yang terkait dengan wilayah, sedangkan regional sciences merupakan kommbinasi berbagai ilmu yang diterapkan perencanaan kehidupan sosial ekonomi wilayah.

1. Kaitan antara ekonomi regional dengan ilmu lingkungan.
Hubungan timbal balik yang kuat antara ketiga kategori dukungan yang disediakan oleh sumberdaya alam dan lingkungan. Keterkaitan antara ekonomi dan lingkungan dapat diringkas ke dalam tiga macam hubungan yang saling terkait yaitu terdapat hubungan positif antara jumlah dan kualitas barang sumberdaya dengan pertumbuhan ekonomi. Semakin tinggi pertumbuhan ekonomi, maka kebutuhan akan sumberdaya alam akan semakin meningkat. Terdapat hubungan negatif antara pertumbuhan ekonomi dengan tersedianya sumberdaya alam di dalam bumi. Artinya kenaikan pertumbuhan ekonomi akan diikuti oleh menurunnya ketersediaan sumberdaya alam di bumi.Hal ini tidak lain karena proses eksploitasi Sumber Daya Alam akan membawa konsekuensi berkurangnya stok.

Terdapat hubungan positif antara pembangunan ekonomi dengan pencemaran lingkungan Fenomena ini umumnya terjadi di negara berkembang. Peranan utama dari lingkungan sebagai pendukung kegiatan ekonomi dapat digolongkan ke dalam tiga kategori yakni sebagai penyedia bahan baku, penerima sisa produksi/konsumsi (limbah), dan Penyedia fasilitas.

Pembangunan ekonomi saling berkaitan satu sama lain sehingga kebijaksanaan- kebijaksanaan pertanian dapat berakar pada degradasi lahan, air, dan hutan. Juga ekonomi dan ekologi harus dipadukan dalam proses pengambilan keputusan dan pembuatan hukum tidak hanya untuk melindungi lingkungan, namun juga untuk melindungi dan meningkatkan pembangunan. Aplikasi ilmu ekonomi terhadap isu-isu lingkungan diharapkan akan dapat meningkatkan kesadaran yang lebih mendalam terhadap pentingnya lingkungan dalam rangka meningkatkan kesejahteraan yang diharapkan. Ini mengandung pengertian bahwa peningkatan kualitas lingkungan juga merupakan peningkatan ekonomi apabila kepuasan atau kesejahteraan sosial meningkat.

2. Kaitan antara ekonomi regional dengan ilmu politik
 jika ditinjau dari segi kehidupan masyarakat pengaruh ilmu politik dan ekonomi jelas saling bergantung, keduanya saling membutuhkan, bisa dikatakan salah satu diantara keduanya tidak bisa berjalan tampa iringan satu sama lain. Maka lazimya untuk mempelajari kedua pelajaran ini amat terkait dan terhubung. Para pemikir terdahulu menganggap ilmu ekonomi sebagai cabang dari ilmu politik, dari sinilah muncul nama atau gelar ilmu ekonomi politik. Karena dimasa itu pokok urusan ketertiban finansial dilihat atau diambil dari sumber penghasilan Negara, Sedangkan sekarang pemikiran tersebut telah berubah. Ekonomi berpengaruh dalam politik hanya dibeberapa titik saja, dimana titik penghasilan dan penyaluran dari kekayaan sangatlah besar pengaruhnya didalam pemerintahan. Bahkan juga disebabkan dari berbagai penyelesaian permasahan yang memang lazim timbul didalam Bernegara. Diberbagai Negara pemerintahan pengaruh yang terbesar terletak pada pertumbuhan ekonominya. Bertambahnya lapangan ekonomi didalam pemerintahan terjadi tiada henti- hentinya. Pajak, UU bea, Hak milik Negara dan pertolongan Negara terhadap lahan pertanian, industri dan perdagangan semuanya bukanlah salah satu hal dimana pemerintah berkuasa atas penghasilannya.

Hubungan antara faktor-faktor politik dan pertumbuhan ekonomi telah maju ke depan oleh karya Lipset (1959) yang meneliti bagaimana pembangunan ekonomi mempengaruhi politik rezim. Sejak itu, penelitian pada isu-isu telah berkembang biak membuat jelas bahwa politik lingkungan memainkan peran penting dalam pertumbuhan ekonomi (Kormendi dan Meguire, 1985; Scully, 1988; Grier dan Tullock, 1989; Lensink et al, 1999; Lensink, 2001). Paling banyak bentuk dasar, ketidakstabilan politik akan meningkatkan ketidakpastian, mengecilkan investasi dan akhirnya menghambat pertumbuhan ekonomi.
3. Kaiatan antara ekonomi regional dengan ilmu tehnik
Teknik Indusstri banyak juga membahas tentang optimisasi yang diperlukan di masalah2 yang terkait dengan ekonomi ( produksi, plannang, inventory dll). Ekonomi yang terkait dengan produksi/ kebikakan membutuhkan keputusan yang optimal dan ini juga dipelajari di Teknik industri.
4. Kaitan antara ekonomi regional dengan demografi
Demografi ekonomi mengeksplorasi hubungan antara populasi dan ekonomi dalam arti luas, bagaimana populasi dipengaruhi oleh pembangunan ekonomi dan dalam hal apa perubahan populasi mempengaruhi perekonomian. Dilema klasik, masih relevan pada zaman kita, adalah apakah sumber daya ekonomi akan cukup untuk pertumbuhan penduduk yang semakin meningkat. Daerah lain yang menarik adalah dampak dari aspek ekonomi terhadap penurunan jangka panjang dalam kematian dan ukuran keluarga berkurang yang terkait dengan transisi demografis. Minat khusus juga diberikan untuk studi pada keluarga dan pasar tenaga kerja, pola migrasi, dan kesehatan dan masalah kematian.
Hubungan antara demografi dan pertumbuhan ekonomi telah menarik banyak  bunga khususnya selama tahun terakhir, namun aspek demografis masih banyak hari ini  belum diselidiki. Dari mereka migrasi diperiksa, pertumbuhan penduduk, kepadatan penduduk, dan usia  distribusi, tampaknya memainkan peran utama dalam pertumbuhan ekonomi (Kormendi dan Meguire, 1985; Dowrick, 1994; Kelley dan Schmidt, 1995; Barro, 1997; Bloom dan Williamson, 1998; Kelley dan Schimdt, 2000). Pertumbuhan penduduk yang tinggi, misalnya, bisa memiliki dampak negatif terhadap pertumbuhan ekonomi mempengaruhi rasio ketergantungan, investasi dan  menyimpan perilaku dan kualitas modal manusia. Komposisi penduduk memiliki juga  implikasi penting untuk pertumbuhan. Sebuah populasi usia kerja besar dianggap  konduktif untuk pertumbuhan, sedangkan populasi dengan tanggungan muda dan tua banyak dilihat  sebagai halangan. Kepadatan penduduk, pada gilirannya, dapat secara positif terkait dengan pertumbuhan ekonomi sebagai akibat dari spesialisasi meningkat, difusi pengetahuan dan sebagainya. Migrasi akan mempengaruhi potensi pertumbuhan baik pengiriman dan penerimaan negara.

5. Kaiatan antara ekonomi regional dengan sosiologi
Sosiologi mengarahkan perhatiannya pada aktor sebagai kesatuan yang dikonstruksi secara sosial, yaitu aktor dalam suatu interaksi atau aktor dalam masyarakat. Apa yang dimaksud dengan aktor dalam suatu interaksi dan aktor dalam masyarakat? Maksud aktor dalam suatu interaksi adalah individu yang terlibat dalam suatu interksi dengan individu atau beberapa (sekelompok) individu lainnya, pada tataran ini individu dilihat sebagai aktor yang kreatif dalalm menciptakan, mempertahankan, dan merubah dunianya pada saat interaksi berlangsung.

Teori Sosiologi Sebagai Pendekatan. Salah satu pendekatan sosiologi adalah teori sosiologi. Teori merupakan alat untuk melakukan analisis. Oleh sebab itu teori bukan merupakan tujuan analisis melainkan alat untuk memahami kenyataan atau fenomena dalam hal ekonomi. Dalam sosiologi, teori telah mengalami perkembangan yang sangat pesat. Dalam pembahasan ini kita hanya membatasi empat teori saja, dua teori mikro (Teori Interasionisme Simbolisdan Teori Pertukaran) dan dua teori makro (Teori struktural fungsional dan Teori Struktural Konflik). Teori tersebut adalah sebagai berikut:
  1. Teori struktural fungsional. Teori ini menjelaskan bagaimana berfungsinya suatu struktur seperti persahabatan, organisasi, dan masyarakat akan tetap ada sepanjang ia memiliki fungsi.
  2. Teori Struktural Konflik. Teori ini menjelaskan bagaimana struktur memiliki konflik. Berbeda dengan struktural fungsional yang menekankan pada fungsi dan element-element pembentukan struktur. Teori struktural konflik melihat bahwa setiap struktur memiliki berbagai element yang berbeda, yaitu motif, maksud, kepentingan atau tujuan yang berbeda-beda. Perbedaan itulah yang menimbulkan terjadinya disintegrasi, konflik dan perpecahan.
6. Kaitan antara ekonomi regional dengan ilmu pertanian
Hubungan ekonomi regional dengan ilmu pertanian, tergantung dari hasil pertanian dari daerah yang subur, effisien dan beaya angkut antara regional. Teori merupakan kerangka pengetahuan umum yang berusaha menggambarkan fenomena tertentu. Teori dibangun melalui observasi (pendekatan induktif) dan pemikiran logis (pendekatan deduktif). Aplikasi Ilmu Ekonomi pada Pertanian Penerapan prinsipprinsip ekonomi di bidang pertanian, misalnya pada aspek :
·         Penentuan Harga
·         Penjelasan peranan sistem pemasaran
·         Perubahan ekonomi produksi pertanian
·         Dan manajemen usaha tani.

Menurut Mubyarto (1979), ilmu ekonomi pertanian : bagian dari ilmu ekonomi yang mempelajari fenomena yang berhubungan dengan pertanian baik mikro maupun makro.
Analisis Mikro : teknis produksi, hubungan antar faktor produksi, analisis skala rumah tangga dll.
Analisis Makro : pendapatan nasional, investasi, tenaga kerja, konsumsi nasional dll.

Perbedaan Ilmu Ekonomi Regional dengan Ilmu Ekonomi Pembangunan
Ilmu ekonomi regional dan ilmu ekonomi pembangunan memiliki sasaran yang sama, yaitu mencari langkah-langkah yang perlu ditempuh untuk meningkatkan kemakmuran masyarakat. Adapun perbedaan antara keduanya adalah
  • Ilmu ekonomi pembangunan kurang membicarakan perbedaan atau hubungan antarbagian wilayah sedangkan ekonomi regional mengutamakan membicarakan perbedaan/ hubungan antarbagian wilayah.
  • Objek ekonomi pembangunan mencakup seluruh wilayah dari suatu negara, sedangkan ekonomi regional hanya membicarakan bagian tertentu saja dari wilauah suatu negara.
  • Ekonomi pembangunan membahas hal-hal seperti moneter,fiskal/ perpajakan, impor dan ekspor, tahap-tahap pertumbuhan dan berbagai kebijakan makro lainnya. Ilmu ekonomi regional membahas hal-hal seperti pengaruh pengembangan suatu daerah kota terhadap daerah belakangnya, arah perpindahan modal, dantenaga kerja serta fakrot-faktor penyebabnya, arus barang dan uang dalam suatu wilayah dll yang bersifat lokal tetapi lebih rinci dibandingkan dengan ekonomi pembangunan.
  • Banyak model analisis dalam ekonomi pembangunan dapat diterapkan dalam ekonomi regional, sedangkan banyak model analisis yang spesifik ekonomi regional tidak dapat diterapkan untuk ilmu ekonomi pembangunan.
  • Ekonomi pembangunan berisikan teori-teori murni (positive science), sedangkan ekonomi regional berisikan rumus-rumus aplikasi (normative science)
Lembaga Pengkajian Ekonomi Regional (LPER)
LPER adalah lembaga pengkajian tertua di lingkungan Fakultas Ekonomi Unand, yang dirintis oleh almarhum Prof. Hendra Esmara dan telah berkiprah sejak tahun 1970. Berikut berberapa kegiatan teakhir yang dilakukan oleh LPER:
  1. Evaluasi Mid-Term RPJMD Kabupaten Agam, Tahun 2008,  Kerjasama LPER Fakultas Ekonomi Unand dengan Pemda Kabupaten Agam;
  2. Penyusunan Perencanaan Tenaga Kerja Daerah (PTKD) Kabupaten Pasaman Tahun 2008-2012, Kerjasama LPER Fakultas Ekonomi Unand dengan Pemda Kabupaten Pasaman Tahun 2008;
  3. Penyusunan Strategi Kebijakan Pengembangan Ekonomi Daerah Kabupaten Kepulauan Mentawai Kerjasama LPER Fakultas Ekonomi Unand dengan Pemda Kabupaten Kepulauan Mentawai Tahun 2009;
  4. Penyusunan Data Dasar Pendidikan dan Angkatan Kerja Kabupaten Solok Tahun 2004. Kerjasama Lembaga Penelitian Ekonomi Regional Fakultas Ekonomi Universitas Andalas Padang dengan Pemda Kabupaten Tahun 2004;
  5. Pembangunan Ekonomi dan Peran Perbankan di Sumatera Barat, Kerjasama Lembaga Penelitian Ekonomi Regional Fakultas Ekonomi Universitas Andalas Padang dengan Kantor Bank Indonesia Wilayah Padang Tahun 2005;
  6. Kajian Penentuan Lokasi Kantor dan Penyaluran dan Pusat Pengatur Beban Sumatera, Kerjasama LPER dengan P3B PT. PLN (Persero) Sumatera, Maret 2006;
  7. Percepatan Pertumbuhan Ekonomi Untuk Mengurangi Kemiskinan di Sumatera BaratKerjasama Lembaga Penelitian Ekonomi Regional Fakultas Ekonomi Universitas Andalas Padang dengan Kantor Bank Indonesia Wilayah Padang Tahun 2006;
  8. Studi Realiasasi APBD di Sumatera Barat, Kerjasama Lembaga Penelitian Ekonomi Regional Fakultas Ekonomi Universitas Andalas Padang dengan Kantor Bank Indonesia Wilayah Padang Tahun 2006;
  9. Studi Kelayakan Pembangunan dan Pengembangan Pasar Perdagangan di Padang Sawah Kecamatan Tigo Nagari Kabupaten Pasaman, Kerjasama Lembaga Penelitian Ekonomi Regional Fakultas Ekonomi Universitas Andalas Padang dengan Pemda Kabupaten Pasaman Tahun 2007;
  10. Penyusunan KUA APBD Tahun 2006 Kabup aten Kepulauan Mentawai, Kerjasama Lembaga Penelitian Ekonomi Regional Fakultas Ekonomi Universitas Andalas Padang dengan Pemda Kabupetan Kepulauan Mentawai Tahun 2006;
  11. Penyusunan Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah (RPJPD) Kabupaten Sawahlunto Sijunjung Tahun 2006-2026, Tahun 2007,  Kerjasama LPER Fakultas Ekonomi Unand dengan Pemda Kabupaten Sawahlunto Sijunjung;
  12. Penyusunan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Sawahlunto Sijunjung Tahun 2006-2010, Tahun 2007,  Kerjasama LPER Fakultas Ekonomi Unand dengan Pemda Kabupaten Sawahlunto Sijunjung.

Sumber:
Frick H, FX Bambang Suskiyanto, (1998), Dasar-dasar Eko-arsitektur, Penerbit Kanisius, Yogyakarta.
Budiarjo, Miriam. Dasar-dasar ilmu politik. Jakarta: PT. Gramedia Pustaka Utama. 1993.
Supardan,Dadang. Pengantar Ilmu Sosial.Jakarta: PT. Bumi Aksara.2008.
Anindita, R. 2005. Ekonomi Pertanian. UT. Jakarta
Drs. Robinson Tarigan, M.R.P  “Ekonomi Regional, Teori dan Aplikasi Edisi Revisi”
Baca Juga
SHARE
Brainesia
brainesia merupakan website belajar untuk adik-adik SMP sampai kuliah dan dapat di akses 24 jam
Subscribe to get free updates

Related Posts

Post a Comment