Informasi Lengkap Pendaftaran Beasiswa Unggulan Dosen Indonesia (BUDI)

Informasi Lengkap Pendaftaran Beasiswa Unggulan Dosen Indonesia (BUDI)

Brainesia.com Pemerintah melalui Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi terus berupaya untuk mendorong dan meningkatkan kuantitas dan kualitas dosen yang memiliki kualifikasi akademik minimal magister melalui beragam pendekatan. Berbagai langkah sistematis dan perbaikan berkelanjutan selalu dilaksanakan baik pada era TMPD, BPPS, BPPDN hingga BUDI pada saat ini. Dalam pelaksananaannya, program BPPDN mempunyai cakupan yang lebih luas, baik dalam jenjang pendidikan maupun penerima beasiswa. Jenjang pendidikan yang diberi beasiswa adalah magister (S2) dan doktor (S3), sedangkan penerima beasiswa diperluas dengan menyertakan dosen Perguruan
Tinggi Swasta dan Politeknik. Sejumlah persyaratan tambahan diberlakukan bagi dosen calon penerima beasiswa dari ketiga kelompok perguruan tinggi tersebut.

bentuk program Beasiswa Unggulan Dosen Indonesia (BUDI) berdasarkan tempat belajarnya, peserta BUDI dibedakan dalam dua kategori yaitu Dalam Negeri (BUDI-DN) dan Luar Negeri (BUDI-LN). Untuk BUDI-DN sendiri telah dialokasikan anggaran yang setara dengan 500 penerima beasiswa. Alokasi inilah yang harus didistribusikan secara bertanggung jawab dengan mengedepankan asas kebutuhan pendidikan lanjut untuk dosen dan asa keadilan. Untuk keperluan di atas diperlukan suatu pedoman yang jelas dan tegas sehingga seluruh keputusan / penetapan dapat ditelusuri sejak awal.

Fasilitas yang diberikan
Komponen pembiayaan beasiswa dan besarannya sesuai dengan standar LPDP.
Kuota per Bidang Studi
Tahap berikutnya adalah menentukan kuota per bidang studi. Sebagaimana telah disebutkan penentuam kuota bidang studi dilakukan dengan mengacu kepada banyak dosen yang belum S3 di bidang tersebut dan memperhatikan program prioritas pembangunan. Proposi dosen yang masih berpendidikan S2 dan kuota per bidang studi disajikan pada Tabel berikut :

Tahap terakhir adalah pemetaan kuota tersebut di atas ke program-program studi yang sesuai dan telah diakreditasi oleh Badan Akreditasi Nasional (BAN) baik institusinya maupun program studinya. Dengan demikian akan terdapat kombinasi antara akreditasi institusi dengan program studi dan untuk program ini diprioritaskan kepada akreditasi terbaik. Jumlah kuota per program studi S3 yang tersedia berdasarkan kategori akreditasinya disajikan pada tabel berikut

Kriteria Penilaian
LPDP melakukan penilaian terhadap pendaftar BUDI berdasarkan kriteria berikut:
  1. Kemampuan akademik, antara lain penguasaan disiplin keilmuan pada bidang studi yang diambil;
  2. Kesesuaian kualitas akademik pelamar dengan persyaratan akademik perguruan tinggi yang dituju;
  3. Kepercayaan diri, kegigihan, kemandirian akademik, kematangan dalam mengelola emosi, dan kemampuan beradaptasi dan bekerjasama (team-work);
  4. Implementasi nilai-nilai nasionalisme dan integritas;

Syarat yang harus di penuhi
  1. Dosen pada perguruan tinggi yang diselenggarakan oleh Pemerintah maupun swasta di lingkungan Kementerian Ristek dan Dikti yang telah mempunyai NIDN;
  2. Memenuhi persyaratan Tugas Belajar yang ditetapkan pada Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 48 Tahun 2009;
  3. Pelamar Beasiswa untuk dosen harus mendapatkan persetujuan pemimpin perguruan tinggi asal, dan diajukan kepada Direktur Program/DekanSekolah Pascasarjana yang dituju. Bagi dosen yang berasal dari perguruan tinggi swasta, harus juga memperoleh surat penugasan/ijin dari Kopertis Wilayahnya(Contoh Surat Penugasan/Ijin dapat dilihat pada Lampiran 3);
  4. Pelamar beasiswa hanya diperbolehkan mengajukan usulan kepada satu perguruan tinggi (PT)
    penyelenggara beasiswa dalam negeri;
  5. Beasiswa tidak diberikan kepada pelamar untuk mendapatkan gelar kedua pada strata yang sama;
  6. Pembiayaan tidak dapat digabung dengan beasiswa dari sumber lain (double funding);
  7. Beasiswa diberikan kepada mahasiswa yang memulai perkuliahan pada semester gasal (perkuliahan dimulai pada bulan September);
  8. Batas usia penerima BUDI-DN adalah 50 tahun untuk S3 terhitung pada akhir Desember tahun
    berjalan;
  9. Persyaratan IPK tidak diberlakukan untuk beasiswa dosen. Meskipun demikian PPs Penyelenggara
    pada umumnya memiliki persyaratan IPK pada saat proses penerimaan mahasiswa baru;
  10. Jangka waktu studi yang dibiayai untuk menempuh program pendidikan S3 adalah maksimum 48 bulan yang dipecah menjadi dua bagian,yaitu 36 bulan dibiayai langsung, dan dapat diperpanjang dua kali 6 (enam) bulan bagi yang memenuhi semua persyaratan.
  11. Menulis essay (500 sampai 700 kata) dengan tema“Kontribusiku Bagi Indonesia:kontribusi yang telah, sedang dan akan saya lakukan untuk masyarakat / lembaga / instansi / profesi komunitas saya”dan “Sukses Terbesar dalam Hidupku”;
  12. Apabila terdapat pemalsuan data atau dokumen, maka pendaftar dinyatakan gugur dan tidak berhak mendaftar lagi;
  13. Penerima beasiswa dalam negeri diwajibkan untuk mengikuti seluruh ketentuan akademik yang
    berlaku di PPs Penyelenggara beasiswa dalam negeri dan/atau Peraturan Menteri Pendidikan
    Nasional Nomor 48 Tahun 2009 tentang pedoman pemberian tugas belajar;
  14. Penerima beasiswa berkewajiban memutakhirkan perkembangan studinya secara periodik ke laman simonev.lpdp.go.id;
  15. Setelah menyelesaikan studi, penerima beasiswa diwajibkan untuk kembali mengabdi ke perguruan tinggi tempat bekerja selama 1n+1 tahun (n adalah lama masa menerima beasiswa dalam satuan tahun) sesuai Permendiknas Nomor 48 Tahun 2009.
  1. Mempunyai IPK sekurang-kurangnyan 3,25 dalam skala 4, yang dibuktikan dengan transkrip nilai (IPK) S2 yang telah dilegalisasi oleh perguruan tinggi asal.
  2. Telah memiliki gelar S2 atau yang setara sesuai dengan ketentuan Kemenristekdikti yang dibuktikan dengan melampirkan salinan ijazah yang telah dilegalisasi oleh perguruan tinggi asal.
  3. Melampirkan surat izin mendaftar beasiswa dari pemimpin Perguruan Tinggi Negeri bagi dosen PTN, atau koordinator Kopertis Wilayah bagi dosen Perguruan Tinggi Swasta.
  4. Mendapatkan izin tertulis untuk melanjutkan studi doktoral dari pemimpin Perguruan Tinggi Negeri bagi dosen PTN, atau koordinator Kopertis Wilayah bagi dosen Perguruan Tinggi.
  5. Mendapat rekomendasi tertulis dari pimpinan Perguruan Tinggi pendaftar yang menjelaskan kebermanfaatan studi untuk institusi maupun masyarakat luas.
  6. Usia pendaftar pada 31 Desember di tahun pendaftaran setinggi-tingginya 47 (empat puluh tujuh) tahun;
  7. Memiliki dan memilih bidang keilmuan yang sesuai dengan bidang keilmuan, program studi, dan perguruan tinggi sesuai dengan ketentuan LPDP.
  8. Menandatangani surat pernyataan yang menyatakan bahwa pendaftar:
    1. Bersedia kembali ke Indonesia setelah selesai studi
    2. Tidak sedang menerima atau akan menerima beasiswa dari sumber lain;
    3. Tidak terlibat dalam aktivitas atau tindakan yang melanggar hukum, atau mengikuti organisasi yang bertentangan dengan ideologi Pancasila;
    4. Tidak pernah atau akan terlibat dalam aktivitas atau tindakan yang melanggar kode etik Akademik;
    5. Selalu mengabdi untuk kepentingan Bangsa Indonesia;
    6. Selalu setia kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia;
    7. Sanggup memenuhi ketentuan beasiswa yang ditetapkan LPDP;
    8. Tidak mengajukan perpindahan dari Perguruan Tinggi dalam negeri ke Perguruan Tinggi luar Negeri jika mendaftar program beasiswa doktoral di dalam negeri;
    9. Menyampaikan data dan dokumen yang benar, sesuai aslinya, apabila ternyata tidak sah, bersedia menerima sanksi hukum yang berlaku dan dimasukkan ke dalam daftar hitam (blacklist) sebagai pendaftar LPDP.
  9. Melampirkan surat pernyataan kesanggupan kembali mengabdi ke Perguruan Tinggi asal di Indonesia setelah menyelesaikan studi dan menjalankan ikatan dinas selama 1 (satu) kali masa studi ditambah 1 tahun (1n+1);
  10. Tidak sedang atau telah menempuh studi degree atau non degree (on going) program magister ataupun doktoral baik di Perguruaan Tinggi dalam negeri atau Perguruan Tinggi di luar negeri.
  11. Memiliki Surat Keterangan yang dikeluarkan oleh dokter dari Rumah Sakit Pemerintah; Puskesmas; atau Klinik Pemerintah dengan masa berlaku paling lama 6 (enam) bulan sebelum penutupan pendaftaran di setiap periode pendaftaran dengan ketentuan:
    1. Surat keterangan berbadan sehat dan bebas dari narkoba, berlaku untuk semua pendaftar BUDI; dan
    2. Surat keterangan bebas TBC khusus untuk pendaftar BUDI tujuan luar negeri.
  12. Pendaftar Doktoral Dalam Negeri harus memiliki dokumen resmi bukti kemampuan bahasa Inggris yang masih berlaku dan diterbitkan oleh ETS (www.ets.org) atau IELTS (www.ielts.org) dengan skor sekurang-kurangnya TOEFL ITP® 530; TOEFL iBT® 70; IELTS™ 6,0; TOEIC® 700; atau TOAFL 530 bagi program studi dan/atau Perguruan Tinggi Islam yang mensyaratkan TOAFL sebagai syarat masuk.
  13. Pendaftar Doktoral Luar Negeri harus memiliki dokumen resmi bukti kemampuan bahasa Inggris yang masih berlaku dan diterbitkan oleh ETS (www.ets.org) atau IELTS (www.ielts.org) dengan skor sekurang-kurangnya TOEFL iBT® 80; IELTS™ 6,5 band score tiap komponen 6,5; TOEIC® 800; atau TOAFL 550 bagi program studi dan/atau Perguruan Tinggi Islam yang mensyaratkan TOAFL sebagai syarat masuk.
  14. Pendaftar BUDI yang menyelesaikan studi dari Perguruan Tinggi Luar Negeri dengan menggunakan bahasa pengantar yang diakui oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dikecualikan dari persyaratan sebagaimana dimaksud pada angka 12 dan angka 13, serta dibuktikan dengan salinan ijazah dengan masa berlaku 2 (dua) tahun sejak ijazah diterbitkan.
  15. Ketentuan pada angka 14, diperuntukkan bagi pendaftar yang menyelesaikan studi dari Perguruan Tinggi Luar Negeri dengan bahasa resmi Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dengan kriteria sebagai berikut:
    1. Bahasa Inggris untuk semua perguruan tinggi tujuan LPDP di negara-negara dengan Bahasa Inggris sebagai bahasa resmi negara tersebut.
    2. Bahasa Arab untuk semua perguruan tinggi tujuan LPDP di negara-negara dengan Bahasa Arab sebagai bahasa resmi negara tersebut.
    3. Bahasa Perancis hanya untuk perguruan tinggi tujuan LPDP di negara Perancis.
    4. Bahasa Rusia hanya untuk perguruan tinggi tujuan LPDP di negara Rusia.
    5. Bahasa Spanyol hanya untuk perguruan tinggi tujuan LPDP di negara Spanyol.
    6. Bahasa Cina/Mandarin untuk semua perguruan tinggi tujuan LPDP di negara-negara dengan Bahasa Cina/Mandarin sebagai bahasa resmi negara tersebut.
  16. Pendaftar BUDI dari Perguruan Tinggi Luar Negeri yang tidak menggunakan bahasa pengantar sebagaimana dimaksud pada angka 14 dan angka 15 harus mengikuti persyaratan kemampuan bahasa yang berlaku di negara Perguruan Tinggi Tujuan dan daftar persyaratan kompetensi bahasa asing sebagaimana terlampir.
  17. Sanggup menyelesaikan studi program doktor sesuai masa studi yang berlaku, paling lama 3 (tiga) tahun dan dapat diperpanjang selama dua semester berdasarkan evaluasi
  18. Pendaftar BUDI hanya diperbolehkan untuk jenis kelas reguler dan tidak diperuntukkan untuk kelas-kelas berikut:
    1. Kelas Eksekutif;
    2. Kelas Karyawan;
    3. Kelas Jarak Jauh;
    4. Kelas yang diselenggarakan bukan di perguruan tinggi induk;
    5. Kelas Internasional khusus Doktoral Dalam Negeri; atau
    6. Kelas yang diselenggarakan di lebih dari 1 negara.
  19. Menulis ringkasan proposal penelitian sesuai program studi Doktoral pada perguruan tinggi tujuan dan melampirkan proposal penelitian.
  20. Menulis Statement of Purpose paling banyak 1.000 kata yang menjelaskan rencana kontribusi yang telah, sedang dan akan dlakukan untuk masyarakat, lembaga, instansi, profesi, atau komunitas.

LoA Unconditional
  1. Pendaftar tidak harus memiliki LoA Unconditional saat mendaftar beasiswa LPDP.
  2. Pendaftar yang telah memiliki LoA Unconditional wajib melampirkan sertifikat kemampuan bahasa asing sesuai yang dipersyaratkan.
  3. Pendaftar yang ditetapkan sebagai calon penerima beasiswa, namun belum memiliki LoA Unconditional maka harus mendapatkan LoA Unconditional selambat-lambatnya 1 (satu) tahun setelah dikeluarkannya Keputusan Direktur Utama LPDP tentang penetapan hasil seleksi substansi calon penerima beasiswa.
  4. Bagi Calon Penerima beasiswa yang belum memiliki LoA Unconditional sesuai dengan batas waktu yang diberikan oleh LPDP dapat diberikan perpanjangan maksimal 6 (enam) bulan.
  5. Jika sampai pada batas waktu perpanjangan sebagaimana tercantum dalam nomor (4) belum mendapatkan LoA Unconditional maka diberhentikan sebagai Calon Penerima Beasiswa.
  6. Calon Penerima Beasiswa yang diputus sebagaimana tercantum dalam nomor (5) memiliki kesempatan mendaftar ulang sebanyak 1 (satu) kali dengan syarat wajib memiliki LoA Unconditional dari Perguruan Tinggi yang terdaftar di dalam daftar LPDP.

Perguruan Tinggi Tujuan
  1. Daftar perguruan tinggi tujuan BUDI mengikuti daftar perguruan tinggi tujuan  beasiswa afirmasi LPDP.
  2. Perguruan Tinggi Tujuan Luar Negeri selain sebagaimana dimaksud pada nomor (1) dapat ditambahkan berdasarkan kerjasama antara Perguruan Tinggi, Kemenristekdikti, dan LPDP.

Tahapan Seleksi
  1. Seleksi Administrasi;
  2. Seleksi Berbasis Komputer;
  3. Seleksi Substansi; dan
  4. Penetapan Kelulusan.

Penetapan Kelulusan
  1. Penetapan kelulsan bersifat final, mutlak, rahasia dan tidak dapat diganggu gugat.
  2. Penetapan kelulusan seleksi BUDI, dilakukan melalui rapat bersama antara LPDP, dan Kemenristekdikti dengan memperhatikan rekomendasi dari tim penyeleksi yang bersifat final, rahasia dan tidak dapat diganggu gugat.
  3. Hasil penetapan kelulusan seleksi BUDI disampaikan kepada calon penerima beasiswa melalui akun pendaftaran daring (online) masing-masing, email dan/atau media elektronik lainnya.
  4. Peserta yang tidak lulus seleksi substansi dapat mendaftar kembali seleksi BUDI pada periode selanjutnya.
  5. Ketentuan lebih lanjut mengenai calon penerima beasiswa sebagaimana dimaksud pada nomor (3) diatur melalui Peraturan Direktur Utama mengenai pedoman pelaksanaan studi.
  6. LPDP berwenang menetapkan kebijakan tentang waktu mulai studi yang diumumkan melalui website resmi LPDP.

Publikasi Hasil Riset
Ketentuan publikasi hasil riset di Jurnal Internasional adalah sebagai berikut:
  1. Penerima Beasiswa BUDI wajib mencantumkan nama perguruan tinggi asal;
  2. Penerima Beasiswa BUDI wajib mencantumkan penyandang dana pendidikan Kemenristekdikti-LPDP dari penerima beasiswa di bagian Ucapan Terima Kasih (Acknowledgement) dari makalah ilmiah yang akan dipublikasikan.
  3. Proses pencantuman nama perguruan tinggi asal dan Kemenristekdikti-LPDP sebagai penyandang dana pendidikan harus didiskusikan dan sepengetahuan dari promotor, serta tidak melanggar peraturan yang ada dari perguruan tinggi tempat studi.

Ketentuan Sanksi
Ketentuan mengenai jenis-jenis pelanggaran dan sanksi yang diberikan bagi penerima BUDI mengikuti ketentuan pelanggaran dan sanksi yang ditentukan oleh LPDP.

Ketentuan Lain-Lain
Bagi Dosen yang berkebutuhan khusus dapat dipertimbangkan fasilitas lain yang dapat menunjang keberhasilan studi.


Jadwal Pendaftaran
Jadwal Kegiatan BUDI-DN
Periode pendaftaran Juli
Periode melengkapi pendaftaran Juli
Penetapan Status oleh Pascasarjana Hingga  Agustus
Periode Pendaftaran BUDI LN
Periode Pendaftaran Juli


Kontak Informasi
http://budi.ristekdikti.go.id/dn/
Baca Juga
SHARE
Brainesia
brainesia merupakan website belajar untuk adik-adik SMP sampai kuliah dan dapat di akses 24 jam
Subscribe to get free updates

Related Posts

Post a Comment