-->
close
Kuliah Itu Seperti Apa? | Mengulas Kegiatan di Kampus Sehari-hari

Kuliah Itu Seperti Apa? | Mengulas Kegiatan di Kampus Sehari-hari

Brainesia.com Sangat penting untuk temen-temen setelah lulus SMA/sederajad untuk mengetahui dunia perkuliahan lebih mendalam. Mungkin masih banyak di antara temen-temen yang masih belum tau dunia perkuliahan itu seperti apa, kuliah itu bagaimana, atau bahkan belum bisa membedakan antara kuliah dan sekolah. Secara singkat intinya selain memahami ilmu yang lebih luas, kuliah itu menuntut kamu untuk mandiri dan dewasa, lalu bagaimana dan apasaja yang dilakukan mahasiswa selama kuliah? simak penjelasannya di bawah

Baca juga:

https://sevima.com/


Perbedaan kuliah dan Sekolah
Bagi sebagian mahasiswa yang kebetulan memiliki saudara atau teman yang sudah terlebih dulu memasuki dunia kampus, pasti sedikit mengerti tentang perbedaan kultur kuliah dan sekolah. Walau begitu rasa penasaran untuk segera mengalaminya sendiri pasti pernah dirasa. Apalagi bagi mereka yang kebetulan benar-benar blind atau asing dengan dunia perguruan tinggi, pasti rasa penasaran akan lebih besar, bahkan tak jarang juga bercampur dengan rasa takut.

Perbedaan pertama adalah mengenai sistem kredit semester (SKS) yang mungkin sangat asing pada jenjang sebelumnya. Dalam sistem ini, memungkinkan mahasiswa untuk memilih mata kuliah yang ingin diambil atau dipelajari dalam kurun waktu satu semester, tentunya dengan beberapa persyaratan tertentu. Ada mata kuliah yang tercantum dalam semsester genap, ada pula yang tercantum di semester ganjil. Sebagai contoh, pada semester dua seorang mahasiswa memilih tidak mengambil mata kuliah grammar karena satu dan lain hal. karena mata kuliah tersebut tercantum pada semester dua atau semester genap,maka ia dapat mengambil mata kuliah tersebut pada semester empat, enam atau delapan.

Selain itu, dalam sistem SKS juga memungkinkan mahasiswa mengambil kembali (re-take) beberapa mata kuliah yang pada semester sebelumnya ia mendapat nilai yang tidak memuaskan. Seperti jika pada semester tiga seorang mahasiswa mendapat nilai D untuk mata kuliah translation maka ia dapat re-take mata kuliah tersebut di semester lima atau tujuh. Tentunya dengan harapan nilai yang diraih jauh lebih baik.

Hal ini sangat membantu mahasiswa, terutama bagi mereka yang juga sedang bekerja atau memiliki kesibukan tertentu. Tapi sebenarnya ini juga memiliki potensi yang justru dapat membuat mahasiswa kesulitan menyelesaikan waktu studinya. Banyak kasus yang menunjukkan mahasiswa suka menumpuk-numpuk beban mata kuliahnya, yang pada akhirnya membuatnya kesulitan pada semester-semester mendatang.

Sebenarnya walau berbeda, dunia perkuliahan juga memiliki persamaan dengan kultur dan sistem di sekolah. Masih ada laporan evaluasi hasil pembelajaran yang jika di sekolah disebut rapor, maka di kampus disebut Indeks Prestasi (IP). IP sendiri ada dua jenis, yaitu IP semester dan IPK atau IP kumulatif. IP semester atau sering disebut IP saja adalah kumulasi dari nilai hasil belajar mahasiswa dibagi jumlah beban sks dalam satu semester. Sedang IPK adalah komulasi dari hasil belajar mahasiswa yang perhitungannya berdasarkan pada semua beban sks yang telah ditempuh oleh mahasiswa.

Dua hal di atas adalah contoh kecil dari perbedaan yang ada dalam dunia kampus dengan dunia SMA. Mahasiswa sudah dianggap dewasa, sehingga diharapkan mampu untuk lebih bertanggung jawab dalam mengelola perkuliahannya sendiri. Biasanya pihak kampus menyediakan seorang dosen pengampu atau pendamping akademik bagi mahasiswa. Dosen inilah yang akan mendampingi mahasiswa sampai ia menyelesaikan kuliahnya. Fungsi dosen pendamping adalah sebagai pendamping bagi mahasiswa dalam mengelola rencana kredit semesternya. Dalam hal ini dosen pendamping akan menyetujui atau menolak rencana dari mahasiswa dalam hal memilih beban sksnya.


Kegiatan Selama Kuliah
Ada beragam kegiatan dalam belajar mengajar di dunia perkuliahan, ada yang bersifat wajib ada juga yang tidak wajib. Maka dari itu sangat penting untuk kamu memahaminya lebih dalam agar tidak salah dalam mengambil keputusan. Semua bentuk pembelajaran ini mempunyai nilai yang dapat di masukan dalam IPK mu loo. Berikut penjelasan lebih detailnya

Kelas Belajar
Kegiatan ini diadakan di ruang yang besar. Semua mahasiswa yang mengambil mata kuliah ini akan menghadiri kelas kuliah. Kegiatan belajarnya lebih pasif. Biasanya dosen menyampaikan materi pelajaran, mahasiswa membuat catatan. Dosen menjelaskan dan mahasiswa mendengarkan. Tanya jawab sangat jarang dilakukan.

Seminar
Jumlah mahasiswa yang mengikuti seminar lebih sedikit jika dibandingkan dengan kelas kuliah. Pengajarannya juga lebih interaktif. Mahasiswa diharapkan untuk mengajukan pertanyaan, mengemukakan ide dan pendapat mereka. Kadang mahasiswa juga diminta untuk melakukan presentasi, sehingga perlu menyiapkan diri sebelumnya.

Tutorial
Kelas ini lebih kecil lagi dari seminar. Bisa jadi hanya antara dosen dan Anda sendiri (tetapi kejadian ini tidak umum). Di kelas tutorial, dosen akan membahas topik-topik tertentu, atau mengadakan diskusi dengan topik yang lebih spesifik. Biasanya sebelum menghadiri tutorial Anda harus mengerjakan tugas (PR) atau menyiapkan presentasi.

Praktikum
Kegiatan ini untuk mempelajari keahlian praktikal di laboratorium, studio, lokakarya, atau tempat lain yang sesuai, tergantung mata kuliah Anda

Simposium
Simposium merupakan suatu serangkaian pidato pendek di depan pengunjung dengan seorang pemimpin. Simposium tersebut menampilkan beberapa orang pembicara serta juga mereka mengemukakan aspek-aspek pandangan yang berbeda serta juga topik yang sama. biasanya kegiatan ini tidak wajib

Presentasi
Mungkin kamu semua tau presentasi itu seperti apa, akan tetapi presentasi waktu kuliah beda jauh dengan pas SMA. Jika presentasi waktu di SMA kamu mengkopi paste seluruh materi lalu di letakkan dalam PPT, pas kuliah kamu harus memahami semu amateri karena yang ada di dalam PPT yang akan kamu presentasikan hanyalah point pentingnya, atau bahkan butir bab dan sub babnya saja. 
Ujian komprehensif atau ujian sarjana untuk S1. Ada yang menyebut sidang sarjana atau sidang skripsi. Sidang ini biasanya tertutup dimana mahasiswa mempresentasikan skripsi/ hasil penelitian dihadapan dosen pembimbing dan dosen penguji. Kemudian diuji/ diberi banyak pertanyaan

Kuliah Kerja Nyata (KKN)
Istilah popular lainnya selain KKL adalah KKN yang merujuk pada Kuliah Kerja Nyata. Jika KKL menyasar pada pemilik usaha yang prospektif sebagai tempat kerja masa depan bagi mahasiswa, KKN merupakan bentuk pengabdian kepada masyarakat yang dilakukan oleh mahasiswa secara interdisipliner. Pelaksanaan KKN ini dikoordinasikan oleh perguruan tinggi sebagai wujud pelaksanaan Tri Darma Perguruan Tinggi. KKN biasanya diberikan untuk mahasiswa semester 5, 6 atau 7 dengan format kegiatan kelompok. Mahasiswa biasanya diterjunkan ke masyarakat daerah tujuan yang menjadi mitra perguruan tinggi dan didampingi oleh seorang dosen pembimbing. Dosen pembimbing sendiri dipilih dari dosen perguruan tinggi yang memenuhi syarat yang ditetapkan. Satu orang dosen pembimbing bisa mendampingi lebih dari satu kelompok KKN. Lokasi penerjunan KKN bisa merupakan kelompok masyarakat pedesaan, masyarakat perkotaan, sekolah, masyarakat industri ataupun kelompok masyarakat lainnya yang dinilai sesuai sebagai sasaran pelaksaan Kuliah Kerja Nyata ini. Kegiatan KKN ini dilangsungkan dalam satu sampai dengan dua bulan dengan harapan mahasiswa mampu berkontribusi pada masyarakat sasaran dengan cara mengimplementasikan ilmu dan keterampilan yang dimiliki.

Kuliah Kerja Lapangan (KKL)
Kerja praktek yang pertama dikenal dengan istilah KKL. Istilah KKL digunakan sebagai akronim untuk Kuliah Kerja Lapangan. KKL merupakan salah satu proses dalam pendidikan tinggi yang berbentuk pelatihan terstruktur dan terencana. Kegiatan KKL ini sesuai namanya yang terdiri atas kuliah dan kerja lapangan, berbentuk praktek untuk menerapkan pengetahuan dan teori yang telah didapatkan selama pendidikan dan pelatihan. Biasanya KKL ini diberikan kepada mahasiswa semester enam atau tujuh pada program S1 atau D IV. Pada beberapa program juga bisa diberikan lebih dini yaitu pada semester 5. Kegiatan kuliah kerja ini pada umumnya dimaksudkan untuk mengenalkan mahasiswa pada dunia industri dan iklim kerja perusahaan maupun lembaga pemerintahan sehingga ketika nanti lulus, mahasiswa telah memiliki riwayat pengalaman yang mumpuni. Beberapa universitas mensyaratkan beberapa kriteria yang perlu dipenuhi mahasiswa sebelum diizinkan mengambil mata kuliah KKL ini. Misalnya di Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) Ahmad Dahlan, seorang mahasiswa D3 harus sudah menyelesaikan 97 SKS sementara untuk mahasiswa D4 atau S1 harus sudah menyelesaikan 120 SKS.

Praktek Kerja Lapangan (PKL)
Istilah populer berikutnya dalam dunia kuliah kerja praktek adalah PKL. Nama PKL diambil dari akronim untuk Praktek Kerja Lapangan yang dalam Bahasa Inggris disebut on job training. Pada saat PKL, mahasiswa akan dikirim ke tempat bekerja, misalnya perusahaan maupun institusi pemerintah dan menerima pendidikan di sana lewat pelatihan sebagaimana seorang pegawai baru. Kegiatan ini merupakan praktek nyata dan aplikasi dari teori yang diperoleh di sekolah. PKL dilakukan secara individu, walaupun dalam penerjunannya satu lokasi PKL bisa menampung lebih dari satu mahasiswa. Setiap mahasiswa akan memiliki dosen pembimbing dan juga supervisor dari tempat PKL yang bertugas untuk mengajarkan mahasiswa terkait teknis di tempat tersebut dan mengawasi kinerja mahasiswa sehingga tujuan PKL dapat terlaksana dengan sebaik-baiknya.

Program Pengalaman Lapangan (PPL)
PKL yang dilakukan oleh program studi kependidikan pada perguruan tinggi dikenal dengan nama PPL atau Program Pengalaman Lapangan. Secara spesifik, pada kegiatan PPL, mahasiswa keguruan atau calon guru akan diterjunkan ke sekolah untuk melihat dan mempraktekkan secara langsung bagaimana tugas dan kewajiban seorang guru. Sebelum bisa mengambil mata kuliah PPL, mahasiswa terlebih dahulu harus memenuhi sks minimum yang ditentukan masing-masing perguruan tinggi. Setelah kegiatan observasi, di minggu berikutnya mahasiswa PPL akan diberikan kesempatan untuk mencoba pengalaman menjadi seorang guru. Guru pamong akan berada di kelas untuk mengobservasi dan diakhir pelajaran akan dilakukan refleksi terkait performa dari mahasiswa PPL yang bersangkutan. Dosen pembimbing akan datang mengobservasi dalam waktu-waktu yang disepakati untuk juga memberikan masukan terkait dengan perkembangan mahasiswa PPL.



Bentuk Ujian
Bentuk ujian di bangku kuliah sangat beraneka ragam seperti penjelasan di  bawah, biasanya sebelum matakuliah dimulai, tepatnya di pertemuan pertama dengan dosen matakuliah, kamu akan di ajukan penandatangan dan kesepakatan kontrak kuliah dan penilaian, seperti penentuan besaran penilaian pada UAS,UTS dan KUIS. contoh bobot nilai UAS 50%, UTS 30%, Praktik tugas dll 10%, dan kuis 1&2 10%. itu semua bisa berubah sesuai kesepakatan di awal, itupun kalau mendapat dosen yang mau berdiskusi untuk kesepakatan. 

Ujian Praktik
Selain teori, beberapa mata kuliah perlu dilakukan praktikum untuk menguji keterampilan mahasiswa saat berhadapan langsung dengan masalah. Beberapa mata kuliah tersebut misalnya publik speaking, penggunaan alat-alat tertentu, profesi kedokteran, dan sebagainya. Biasanya yang dinilai dari ujian ini adalah kecekatan, ketepatan, serta keluwesan Anda melakukan praktik.

Oral Test
Dari namanya, jelas ujian ini merupakan ujian tanya jawab antara dosen dan mahasiswa. Dalam praktiknya, biasanya ujian ini dilakukan satu per satu. Mahasiswa harus berhadapan dengan dosen dan langsung memberikan jawaban atas pertanyaan yang diberikan dosen. Meskipun cukup menegangkan, namun ternyata tes ini lebih mudah dibandingkan saat ujian skripsi. Yang penting dalam hal ini adalah kesiapan Anda terhadap materi dan bahan yang akan diujikan

UAS dan UTS
Istilah Ujian Tengah Semester (UTS) dan Ujian Akhir Semester (UAS) mungkin enggak asing di telingamu. Nama boleh sama, tapi jenis ujian yang akan kamu hadapi di kampus tentu akan berbeda dari saat masih di sekolah. Jadi, kamu harus tetap fokus dalam menjalani ujian ini, karena nilai yang kamu dapatkan juga akan berpengaruh terhadap IPK-mu nanti. Sementara itu, UAS akan kamu jalani di akhir semester. Biasanya, porsi nilai UAS adalah paling besar dibandingkan kehadiran, keaktifan di kelas, tugas dan UTS. Usai UAS, kamu bisa segera mengecek nilai akhir IPK-mu di setiap semester. Nah, pembeda UTS dan UAS di kampus dengan saat sekolah adalah pada jenis ujiannya. Jika selama sekolah kamu terbiasa mengerjakan ujian pilihan ganda, cara itu akan ditinggalkan saat kuliah. Mahasiswa harus menghadapi ujian berbentuk soal esai. Bahkan tidak jarang dosen memberi tugas pembuatan makalah saat UTS dan UAS. Biasanya ada jumlah kata minimal yang harus kamu penuhi agar dapat meraih nilai sempurna. Namun jawaban terbaik adalah yang sesuai dengan apa yang ditanyakan. Jangan asal menjawab, perbanyaklah membaca buku kuliah yang direferensikan oleh dosenmu. Sehingga kamu tidak kehilangan materi untuk menuliskan pemikiran dalam ujian.

Take Home
Jenis ujian ini hamper sama dengan esai. Hanya saja, dalam ujian ini, Anda akan diberi beberapa pertanyaan yang harus Anda jawab secara detail, lengkap, dan tepat sasaran. Karena boleh dikerjakan di rumah, sudah pasti tingkat kesulitan dari pertanyaan yang diberikan cukup tinggi. Selain itu, standar nilai bagus sangat ditentukan dari jawaban yang brilian.

Kuis
Kuis disini bukan seperti yang ada di tv ketika menjawab benar akan dapat hadiah, melainkan kuis di bangku kuliah merupakan ujian sebelum UTS, atau di kenal sebagai mini ujian. Jangan salah, ujian kuis ini penilaiannya juga akan mempengaruhi ipk

Ujian Kompre
Ujian komprehensif adalah uji tes kemapuan untuk cakupan menyeluruh tanpa terbatasi oleh topik tertentu yang di uji secara menyeluruh dan luas. menybutkan bahwa " Ujian komprehensif adalah ujian untuk mengetahui tingkat kemampuan secara menyeluruh materi yang telah diberika kepada mahasiswa. Ujian komprehensif atau yang sering di kenal dengan ujian kompre adalah tolak ukur lulus atau tidaknya kamu dari dunia kampus, jika kamu dinyatakan lulus maka kamu dapat mengikuti wisuda

Pendadaran
Sidang skripsi (pendadaran) adalah gerbang perjuangan akhir bagi seorang mahasiswa untuk memperoleh sebuah gelar. Setelah bertahun-tahun mendalami teori masa perkuliahan. Hingga menyusun karya ilmiah yang syarat dengan penelitian. Umumnya, sebagian besar mahasiwa pasti cemas menghadapi sidang skripsi ini. Apalagi terbayang-bayang rasanya harus berhadapan dengan dosen penguji yang konon siap membantai dengan pertanyaan tajam dan kritisnya. Pendadaran hampir sma dengan kompre, akan tetapi di beberapa univ dan jurusan berbeda, contoh du jurusan manajemen dan akuntansi universitas lampung. Jika di manajemen kompre adalah ujian akhir penentu kelulusan, maka di akuntansi setelah kompre masih ada pendadaran yang baru menentukan kelulusan, letak perbedaan lainnya adalah jika kompre hanya mengulas seputar skripsi, jika pendadaran biasanya mengulas materi dari awal kita kuliah



Universitas, Fakultas dan Prodi
Ketika membicarakan mengenai sistem pembelajaran di perguruan tinggi, maka pasti tidak bisa lepas dari kata-kata Universitas, Fakultas dan Prodi. Sebenarnya apakah arti dari kata-kata tersebut?. Mari kita mulai dengan Universitas. Secara umum dan sederhana bisa kita definisikan universitas sebagai salah satu bentuk dari lembaga perguruan tinggi yang terdiri dari beberapa fakultas. Disebut sebagai salah satu bentuk, karena sebenanrnya selain universitas, ada beberapa bentuk lain dari Perguruan tinggi, seperti akademi, institut dan sekolah tinggi. Sebagai sebuah lembaga, tentu sebuah Universitas memiliki sebuah struktur kepemimpinan. Pemimpin tertinggi dalam sebuah universitas disebut rektor.

Di dalam sebuah universitas sendiri, ada beberapa fakultas-fakultas. Fakultas tersebut dapat kita artikan sebagai sekumpulan program stud (prodi) yang memiliki landasan disiplin ilmu yang sama. Misal fakultas teknik, yang di dalamnya mungkin terdapat prodi teknik mesin, prodi teknik otomotif, prodi teknik sipil dan sebagainya. Jika pimpinan dalam sebuah universitas disebut rektor, maka pimpinan dalam sebuah fakultas disebut dekan. Prodi juga memiliki struktur tersendiri. Pimpinannya berada di tangan seorang ketua prodi dan biasanya dibantu oleh beberapa wakil, seorang sekretaris, seorang bendahara dan beberapa jabatan lainnya


Jangka waktu kuliah
Satu lagi yang terpenting adalah menentukan jangka waktu kuliah. Keadaan ekonomi keluarga, ikatan dan syarat beasiswa serta kondisi dan tren dunia kerja harus dipertimbangkan. Apalagi ada beberapa kampus yang menerapkan sistem DO atau drop-out bagi mahasiswa yang terlalu lama menyelesaikan kuliahnya. Biasanya maksimal kuliah sebanyak 7 tahun atau 14 semester. Mahasiswa yang di drop-out berarti mahasiswa tersebut telah kehilangan statusnya sebagai mahasiswa atau dengan kata lain dipecat. Aktivitas di UKM dan ORMAWA ataupun yang lain terkadang menjadi kendala dalam menyelesaikan waktu kuliah, akan tetapi itu tidak bisa di jadikan alasan sebab lama atau cepatnya kelulusan itu di tentukan dari diri anda sendiri. Begitu pula dengan skripsi dan nilai akademis. Sebagai seorang mahasiswa, diharapkan mampu berpikir bijak dan sesegera mungkin turut berkarya dan bekerja untuk membangun masyarakat dan dirinya sendiri setelah lulus. 


Sekian pembahasan tentang Mengulas Dunia Kampus Sehari-hari. Selanjutnya kamu bisa baca juga artikel yang berhubungan dengan artikel di atas. Seperti di bawah ini
                                                                            
                                                                        đŸ‘‡



Source:
https://brainesia.com
https://yai.ac.id/
https://agungbudisantoso.com/
https://hadimaulanayussuf.wordpress.com/
https://www.hotcourses.co.id/
https://www.idntimes.com/

Berlangganan update artikel terbaru via email:

Iklan Atas Horizontal

Iklan link Modifikasi

Iklan dalam artikel fix

Iklan Bawah