--> Perkembangan Teknologi Digital, Konsep, Permasalahan dan Manfaatnya - Brainesia
Perkembangan Teknologi Digital, Konsep, Permasalahan dan Manfaatnya
close

Perkembangan Teknologi Digital, Konsep, Permasalahan dan Manfaatnya

Brainesia.com Sebelum kita membahas lebih jauh, di sini saya ingin bertanya dulu. Apa sih yang dimaksud dengan teknologi digital? Atau, agar lebih mudah, apa yang terbayang di benak kita saat mendengar istilah “Teknologi Digital” itu sendiri? Saat saya mencoba menanyakannya, banyak teman-teman saya yang langsung teringat dengan “Internet” atau dunia maya. Bahkan lebih spesifik lagi, kemajuan teknologi digital dapat berupa perkembangan teknologi social media dan bisnis online.

Apakah teknologi digital hanya mengacu pada penggunaan komputer, internet, social media, dan e-commerce saja? Istilah teknologi itu sendiri sebenarnya dapat diartikan secara luas sebagai segala entitas, benda, atau sistem terpadu yang bisa digunakan untuk mempermudah pekerjaan manusia dalam menciptakan suatu nilai. Sementara pengertian digital itu sendiri yang paling umum adalah penggunaan nilai diskrit atau kode biner dalam peralatan elektronik. Pengertian ini saya rasa cukup dibahas sampai sini dan akan difokuskan ke aplikasinya, bukan membahas konsep digitalnya.


Sejarah dan Perkembangan Teknologi Digital
Revolusi Digital adalah perubahan dari teknologi mekanik dan elektronik analog ke teknologi digital yang telah terjadi sejak tahun 1980 dan berlanjut sampai hari ini. Revolusi itu pada awalnya mungkin dipicu oleh sebuah generasi remaja yang lahir pada tahun 80-an. Analog dengan revolusi pertanian, revolusi Industri, revolusi digital menandai awal era Informasi. Revolusi digital ini telah mengubah cara pandang seseorang dalam menjalani kehidupan yang sangat canggih saat ini. Sebuah teknologi yang membuat perubahan besar kepada seluruh dunia, dari mulai membantu mempermudah segala urusan sampai membuat masalah karena tidak bisa menggunakan fasilitas digital yang semakin canggih ini dengan baik dan benar. Berikut sejarah singkat mengenai Revolusi Digital dalam perkembangan teknologi dunia.

Perkembangan Komputer
Komputer adalah sistem elektronik untuk memanipulasi data yang cepat dan tepat serta dirancang dan diorganisasikan supaya secara otomatis menerima dan menyimpan data input, memprosesnya, dan menghasilkan output dibawah pengawasan suatu langkah instruksi- instruksi program dan tersimpan di memori (storage program). Pengolahan data dengan menggunakan computer dikenal dengan nama Pengolahan data elektronik (PDE) atau Elektronik Data Processing (EDP). Pengolahan data adalah manipulasi dari data kedalam bentuk yang lebih berguna dan lebih berarti berupa informasi dengan menggunakan suatu alat elektronik, yaitu computer. Komputer yang kita gunakan sekarang ini tidak serta merta muncul begitu saja melainkan melalui proses yang panjang dalam evolusinya. Hal ihwal munculnya komputer mungkin dapat dilihat dalam kilas balik sejarah sejak digunakannya Abacus – ditemukan di Babilonia (Irak) sekitar 5000 tahun yang lalu – sebagai alat perhitungan manual yang pertama, baik di lingkup sekolah maupun kalangan pedagang, saat itu. Pada periode selanjutnya telah banyak ditemukan alat-alat hitung mekanikal sejenis yaitu Pascaline yang ditemukan oleh Blaine Pascal pada tahun 1642, Arithometer oleh Charles Xavier Thomas de Colmar pada tahun 1820, Babbage’s Folly oleh Charles Babbage pada tahun 1822, dan Hollerith oleh Herman Hollerith pada tahun 1889. Kesemuanya masih berbentuk mesin sepenuhnya tanpa tenaga listrik. Ukuran dan kerumitan strukturnya berdasarkan atas tingkat pengoperasian perhitungan yang dilakukan. Barulah pada tahun 1940, era baru komputer elektrik dimulai sejak ditemukannya komputer elektrik yang menerapkan sistem aljabar Boolean.[3] Pada dekade 1980-an komputer menjadi mesin yang akrab bagi masyarakat umum di negara maju, dan jutaan orang membeli komputer untuk digunakan di rumah, termasuk 17 juta Commodore 64 s sendiri antara tahun 1982 dan 1994. 

Lahirnya World Wide Web/www
Pada tahun 1992 World Wide Web dirilis ke 5 dengan 1996, Internet berada di kesadaran mainstream dan banyak bisnis website yang tercantum dalam iklan mereka. Pada tahun 1999, hampir setiap negara memiliki sambungan, dan lebih dari setengah Amerika menggunakan Internet secara teratur. Pada tahun 1989, 15% rumah tangga di Amerika Serikat komputer yang dimiliki, pada tahun 2000, ini adalah sampai dengan 51%. Sejarah Web bermula di European Laboratory for Particle Physics (lebih dikenal dengan nama CERN), di kota Geneva dekat perbatasan Perancis dan Swiss. CERN merupakan suatu organisasi yang didirikan oleh 18 negara di Eropa. Dibulan Maret 1989, Tim Berners Lee dan peneliti lainnya dari CERN mengusulkan suatu protokol sistem distribusi informasi di Internet yang memungkinkan para anggotanya yang tersebar di seluruh dunia saling membagi informasi dan bahkan untuk menampilkan informasi tersebut dalam bentuk grafik. Web Browser pertama dibuat dengan berbasiskan pada teks. Untuk menyatakan suatu link, dibuat sebarisan nomor yang mirip dengan suatu menu. Pemakai mengetikkan suatu nomor untuk melakukan navigasi di dalam Web. Kebanyakan software tersebut dibuat untuk komputer-komputer yang menggunakan Sistem Operasi UNIX, dan belum banyak yang bisa dilakukan oleh pemakai komputer saat itu yang telah menggunakan Windows. Tetapi semua ini berubah setelah munculnya browser Mosaic dari NCSA (National Center for Supercomputing Applications). Pada 1990, Berners-Lee, yang kali ini berusia 35 tahun, berpikir ulang dan menghidupkan kembali proyeknya. Kali ini ia bekerja dengan sebuah mesin yang sangat canggih, komputer NeXT buatan Steve Jobs (pendiri Apple). Kebetulan, komputer tersebut memiliki paduan perangkat keras dan perangkat lunak yang tepat untuk menampilkan informasi secara visual.[7] Selama beberapa bulan, Berners-Lee menulis ulang program komputernya dan berhasil menciptakan browser, sejenis perangkat penjelajah internet. Ia juga membuat beberapa halaman web yang bisa diakses. Ini adalah versi pertama dari World Wide Web, nama yang dicetuskan sendiri oleh Berners-Lee dan biasa disingkat WWW.

Ponsel
Ponsel menjadi pemandangan umum di negara-negara barat, dengan bioskop mulai menampilkan iklan memberitahu orang-orang untuk membungkam ponsel mereka. Martin Cooper merupakan penemu ponsel yang digunakan lebih dari separuh populasi dunia. Handset pertama dilahirkannya pada 1973 dengan bantuan tim Motorola dengan berat dua kilogram. Ketika dia menderita di jalanan New York dan membuat panggilan ponsel pertama dari prototipe ponselnya, dia tidak pernah membayangkan perangkat buatannya itu akan sukses suatu saat. Untuk memproduksi ponsel pertama, Motorola memerlukan biaya setara dengan US$1 juta. “Di 1983, ponsel portabel berharga US$4 ribu (Rp36 juta) setara dengan US$10 ribu (Rp90 juta). Cooper mengatakan bahwa timnya menghadapi tantangan bagaimana memasukkan semua bahan ke dalam sebuah ponsel untuk pertama kalinya. Namun akhirnya desainer industri telah melakukan pekerjaan super dan insinyur menyelesaikan dua kilogram perangkat ponsel pertama. “Bahan yang sangat penting untuk ponsel pertama adalah baterai dengan berat empat atau lima kali daripada ponsel yang ada saat ini. Waktu hidup baterai 20 menit.[8] Setelah merevolusi masyarakat di [dunia [dikembangkan]] pada 1990-an, revolusi digital menyebar ke massa di negara berkembang pada tahun 2000-an. Pada akhir tahun 2005 populasi Internet mencapai 1 miliar dan 3 miliar orang di seluruh dunia ponsel yang digunakan oleh akhir dekade ini. Saat ini, televisi transisi dari analog ke sinyal digital 

Situs Jaringan Sosial
Situs jejaring sosial merupakan sebuah web berbasis pelayanan yang memungkinkan penggunanya untuk membuat profil, melihat list pengguna yang tersedia, serta mengundang atau menerima teman untuk bergabung dalam situs tersebut.[10] Hubungan antara perangkat mobile dan halaman web internet melalui "jaringan sosial" telah menjadi standar dalam komunikasi digital. Awal mula situs jejaring sosial ini muncul pada tahun 1997 dengan beberapa situs yang lahir berbasiskan kepercayaan setelah itu kejayaan situs jejaring sosial mulai diminati mulai dari tahun 2000-an serta 2004 muncul situs pertemanan bernama Friendster lanjut ke tahun-tahun berikutnya tahun 2005 dan seterusnya muncul situs-situs seperti MySpace, Facebook, Twitter dan lain-lain. Zaman semakin canggih karena teknologi yang selalu diperbaharui, segala sesuatu saat ini lebih mudah dilakukan. Selain dampak positif banyak dampak negatif yang ditimbulkan dari jejaring sosial.


Konsep teknologi digital
Sistem digital merupakan bentuk perkembangan dari sistem analog. Sebuah sistem digital menggunakan urutan angka untuk mewakili informasi, dan tidak seperti sinyal analog, sinyal digital bersifat noncontinuous. Secara garis besar, sistem digital memiliki kode dalam bentuk binary, yang besar atau kecil nilainya diukur oleh jumlah bit, atau yag disebut juga dengan bandwidht, karena jumlahnya (bit) akan berpengaruh pada akurasi daripada sistem yang berbasis digital. Contoh alat yang mengandalkan sistem digital antara lain : 

(a) MP3 Player, (b) DVD Player, (c) Kamera digital
Sinyal digital, analog, dan tentu saja peralatan yang berkaitan, pada umumya tidak saling kompatibel. Hal ini mengharuskan hubungan antara analog ke digital dan digital ke analog yang membutuhkan proses konversi. Ini akan membatu kita menggunakan peralatan yang berbasis analog dan digital dalam keseluruhan sistem komunikasi. Komponen-komponen utama yang mengkonversi sinyal analog ke sinyal digital diilustrasikan pada gambar dibawah

Sinyal analog diberikan ke dalam ADC (analog-to-digital converter). Ini adalah suatu chip yang men-sampling sinyal pada suatu laju yang sudah ditetapkan sebelumnya, memberikan nilai level kuantum ke setiap sampel, dan mengkonversikan nilai ini ke kode biner. Clock berfungsi menghasilkan suatu pulsa teratur untuk menjamin bahwa kode 1 dan 0 dihasilkan pada interval yang teratur. Sinyal digital yang dihasilkan kemudian ditransmisikan (contoh pada sinyal TV) atau disimpan (contoh pada sebuah CD).


Kelebihan Teknologi Digital
Teknologi Digital merupakan teknologi yang jika dilihat dari pengoperasionalannya tidak lagi banyak menggunakan tenaga manusia. Mengenai Kelebihan dan Kekurangan Tegnologi Digital ini maka simaklah pembahasannya di bawah ini

Keutuhan Data Ketika Proses Transmisi
Di jaman yang semakin berkembang ini, informasi dipancarkan dalam bentuk sinyal digital yang dapat menempuh jarak yang cukup jauh, keutuhan data tetap akna terjaga. Sinyal digital tersebut akan melalui serangkaian stasiun pengulang (repeater station) untuk melindungi dan juga memperkuat sinyal sepanjang jalur perjalanan transmisi. Gangguan seperti cuaca buruk dan noise tidak akan berpengaruh terhadap transmisi sinyal digital, Sebab pada repeater station sinyal digital mengalami regenerasi. Sinyal-sinyal yang rusak pun bisa langsung diubah atau diganti.

System Komunikasi Lebih Fleksibel
Teknologi digital melalui ISDN (Integrated Service Digital Network) bisa menghantarkan berbagai macam informasi dalam sebuah jaringan tunggal. ISDN ialah informasi besar yang terdiri dari banyak komponen informasi yang bisa berupa gambar, data, dan juga berupa suara. Yang mana seluruh data tersebut bisa dipindahkan dan diakses dengan mudah menggunakan alat tertentu. Seperti Flashdisk, Flashdisk banyak digunakan dalam pertukaran informasi dan data dalam bentuk digital. Teknologi ISDN ini juga dapat memberikan kemudahan pada pengguan dalam kegiatan bertukar gambar, data, dan grafik dengan mudah, cepat dan dapat dilakukan dimana saja.

Efisiensi Biaya
Dengan munculnya teknologi integrated circuit (IC) atau yang sering disebut dengan chips sangat memberikan dampak yang sangat luar biasa. Yang mana alat ini membuat teknologi computer yang sebelumnya harus menggunakan mesin dan komponen yang berukuran besar, berat, dan tidak praktis tugasnya bisa digantikan oleh chips karena lebih stabil, praktis, memiliki daya tahan yang lama dalam pemakaian. Maka, biaya yang dikeluarkan dalam pemeliharaan alat tersebut lebih sedikit.


Kekurangan / Kelemahan Teknologi Informasi Digital
Namun meskipun banyak kelebihan dari tegnologi ini ternyata di balik itu semua tegnologi ini memiliki beberapa kekurangan diantaranya seperti berikut ini :

Kesalahan Ketika Digitalisasi
Ketika sedang melakukan proses perubahan dari sinyal analog ke sinyal digital, konsep informasi yang ada pada dunia nyata akan melalui tahap digitalisasi atau informasi tersebut akan diubah menjadi sinyal. Digital dan sinyal digital merupakan rangkaian dari kode-kode tertentu. Hal ini perlu dikhawatirkan apabila konsep informasi yang asli ada di dunia nyata tersebut tidak bisa terpresentasikan dengan benar dan baik saat digitalisasi.

Dominasi Dunia Oleh Teknologi Analog
Hingga saat ini dunia masih didominasi oleh teknologi analog. Karena masih banyak bentuk informasi komunikasi yang menggunakan system analog, perangkatnya juga menggunakan perangkat analog. Sehingga untuk menikmati layanan teknologi digital kita harus menggunakan digital-analog converter (DCA) & analog-digital converter (ADC)

Investasi Public
Apabila kita ingin menggunakan atau menikmati layanan digital secara keseluruhan, maka harus dilakukan penggantian alat komunikasi seperti televisi, radio, telepon dan lainnya dari yang sebelumnya berbasis teknologi analog menjadi teknologi digital. Oleh sebab itu, masyarakat harus mengeluarkan biaya yang terbilang tidak sedikit pada teknologi yang tergolong baru ini. Inilah yang menyebabkan masyarakat harus mengeluarkan biaya yang tidak sedikit terlebih lagi teknologi ini masih tergolong baru. Permasalahan terhadap kelangsungan industry pertelekomunikasian akan bisa memengaruhi kemampuan daya beli masyarakat.

Rangkaian Elektronika Lebih Rumit atau Komplex
Rangkian elektronik yang digunakan dalam tegnologi ini lebih rumit menjadikan orang yang menggunakannya harus mempelajari lebih dulu mengenai tegnologi ini.


Perbedaan Teknologi Digital dan Analog
Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, teknologi digital merupakan sistem penghitung sangat cepat dengan memproses informasi berupa kode digital atau nilai-nilai numerik (angka). Sebelum diproses, diperlokan sensor yang mengubah informasi-informasi nyata menjadi kode digital (contohnya adalah kamera digital). Kode digital yang dikirim sensor barulah akan diolah oleh komputer (mikroprosessor) yang dimana di setiap alat digital pasti ada. Dari hasil pengolahan data digital tersebut, informasi akan ditampilkan pada layar.

Teknologi analog pada dasarnya hanyalah alat yang sederhana dengan program tertentu yang sudah diatur dengan pengaturan tertentu, seperti komputer analog. Komputer analog pada dasarnya merupakan alat ukur dan biasanya digunakan pada mesin-mesin untuk memberikan sebuah informasi dan kendali otomatis. Kelemahan dari teknologi analog adalah tidak dapat mengukur dengan teliti dan membutuhkan waktu yang lama untuk memproses informasi. Contoh teknologi analog adalah telepon biasa (buka ponsel pintar/ smartphone), sedangkan teknologi digitalnya berupa telepon yang menggunakan sinyal internet.

Teknologi analog dapat dikatakan pula merupakan teknologi peralihan dari teknologi mekanis ke teknologi digital dimana teknologi mekanis lebih mengedepankan sistim-sistim mekanis atau manual. Pada teknologi mekanis, tidak diperlukan komputer atau mikroprosessor untuk mengatur dan mengoperasikannya karena sudah memiliki sistem mekanikal yang terstruktur. Kelemahan sistem mekanis ini adalah pengaturannya terbatas dan terdiri dari banyak bagian-bagian mekanik yang memerlukan perawatan khusus.


Berbagai persoalan di Indonesia terkait perkembangan Teknologi Digital
Masalah pertama adalah saat ini di tengah perkembangan teknologi digital yang katanya membuat bangsanya kian maju, kenapa justru masih banyak anak-anak dan generasi muda Indonesia yang sulit mengakses pendidikan yang murah dan bermutu? Tentu ini menjadi sebuah ironi. Jangankan akses pendidikan di Timur Indonesia, bahkan di pusat pemerintahan Indonesia pun masih banyak anak-anak yang kesulitan mendapat pendidikan bermutu yang terjangkau. Di tengah anggaran pendidikan yang semakin meningkat, bukankah masalah ini harusnya segera teratasi? Sayangnya, menaikkan anggaran pendidikan pun tidak cukup menyelesaikan masalah tanpa adanya strategi yang tepat. Apakah pendidikan kualitas dan bermutu hanya dapat dirasakan oleh orang-orang yang mampu secara finansial? Apakah infrastruktur dan alat belajar yang canggih hanya bisa digunakan oleh sekolah-sekolah tertentu saja?

Masalah kedua adalah di tengah berkembang pesatnya Teknologi Digital di Indonesia saat ini, sebenarnya dapat juga menjadi ancaman bagi generasi muda dalam mencintai budaya dan identitas dirinya sendiri. Kenapa? Pertumbuhan teknologi yang pesat, harus juga diiringi dengan persiapan dalam menghadapinya. Sebagai contoh, sebuah penelitian dari Institut Seni Indonesia (ISI) di tahun 2011 mengungkapkan bahwa generasi muda di Bali mengalami penurunan kreativitas dalam berkesenian karena lebih suka dengan bermain game online dan mengadopsi budaya-budaya sekuler barat. Jikalau saya boleh beropini, kita juga bisa melihat di sekeliling kita. Hampir setiap generasi muda, lebih menghafal lagu-lagu pop barat, instrumen musik internasional, bahasa asing, namun lupa dengan identitas dan bangsanya sendiri


Solusi Permasalahan di Indonesia terkait perkembangan tenologi digital
Pemanfaatan Teknologi Digital untuk Indonesia sebagai Media E-Learning yang Terjangkau dan Menyeluruh. Salah satu manfaat Teknologi Digital untuk Indonesia yang harus difokuskan menurut saya adalah sebagai sarana belajar menggunakan media elektronik atau seperti yang dikenal sebagai E-Learning. Baru sedikit sekali saya menemukan pemanfaatan teknologi digital untuk keperluan E-Learning yang benar-benar dibuat secara terpadu untuk semua level pendidikan di Indonesia. Mengapa memilih e-learning? Karena menggunakan e-learning ini memiliki kelebihan-kelebihan seperti:
  • Pembelajar dapat belajar kapan saja dan dimana saja mereka punya akses internet
  • Efisiensi Waktu dan Biaya Perjalanan
  • Pembelajar dapat Memilih Akses Pengetahuan Sesuai Minat sehingga belajar menjadi lebih menyenangkan
  • Fleksibiltas dalam bergabung dan fasilitas diskusi secara langsung tanpa perlu khawatir waktu dan jarak
  • Pendukung pengembangan keterampilan TIK bagi masyarakat Indonesia
  • Menumbuhkan kemampuan untuk belajar secara mandiri
  • Sudah banyak pemuda-pemuda Indonesia yang berjuang membuat fasilitas e-learning untuk mengurangi gap dan membuat akses pembelajaran menjadi semakin mudah untuk siapapun.
Selanjutnya, pemanfaatan Teknologi Digital untuk Indonesia sebagai Media Cinta Budaya Indonesia. Seperti yang sudah disinggung di bagian sebelumnya, bahwa sesungguhnya pertumbuhan teknologi digital di Indonesia dapat menjadi dua sisi mata uang. Di satu sisi dapat meningkatkan daya saing dan mempercepat aliran informasi, di satu sisi bisa jadi jika tidak cukup memiliki pertahanan yang baik, kebudayaan-kebudayaan yang sudah ada akan sulit diturunkan ke generasi muda di era global ini.


Selanjutnya kita akan membahas tentang (Klik untuk membaca)
  1. Penyimpanan data Digital
  2. Transmisi data Digital
  3. Pentingnya Teknologi Digital Untuk Bisnis
  4. Pentingnya Teknologi Digital Untuk Pendidikan
  5. Pentingnya Teknologi Digital Untuk Sosial 


Source
https://id.wikipedia.org/
https://arryrahmawan.net/
https://sumberbelajar.belajar.kemdikbud.go.id/
www.jobstreet.co.id
https://materibelajar.co.id/
https://www.studiobelajar.com/

Baca Juga
SHARE
Brainesia
brainesia merupakan website belajar untuk adik-adik SMP sampai kuliah dan dapat di akses 24 jam
Subscribe to get free updates

Related Posts

Posting Komentar

Download Soal