-->
Solusi Untuk Mahasiswa Yang Salah Milih Jurusan
close

Solusi Untuk Mahasiswa Yang Salah Milih Jurusan

Brainesia.com Min, Kenapa Bisa Salah Jurusan?, Kalau Salah Jurusan Harus Bagaimana?, kalau udah salah jurusan, mending ngulang apa terusin?, gimana kalau salah milih jurusan? dan masih banyak lagi pertanyaan yang masuk ke DM Instagram kami yang intinya semua mempertanyakan tentang salah jurusan. Btw, salah jurusan menurut kami memang ada, dan itu di alami oleh beberapa mahasiswa setiap tahunnya, untuk itu sebelum memilih jurusan kuliah lebih baik kamu analisa dulu, apakah jurusan kuliah yang akan kamu pilih akan sesuai dengan passion mu atau tidak. Sebaiknya kamu simak ulasan di bawah agar tidak salah jurusan, dan buat kamu yang sudah merasa salah jurusan kami juga akan coba berikan solusinya, baca sampai habis ya.


Faktor Penyebab Salah Jurusan

1. Tidak Punya Cita-Cita yang Jelas

Dari awal kita bersekolah bahkan dari TK sekalipun kita selalu diajarkan oleh guru-guru kita untuk memiliki cita-cita. Kira-kira besok kalau sudah dewasa pengen jadi apa. Besok kao sudah dewasa ingin kerja dimana. Sebenarnya sedari kita kecil pun selalu di ingatkan akan pentingnya cita-cita. Namun yang kadang menjadi masalah adalah walau sudah masuk SMA tetap ada saja siswa yang tidak tahu cita-citanya apa. Sehingga apabila sudah memasuki detik-detik kelulusan, dia bingung mau lanjut sekolah dimana, dan akhirnya ujung-ujungnya memilih jurusan yang tidak sesuai berdasarkan cita-cita yang di inginkanya.

2. Kuliah Karena Pilihan Orang Tua

Tak jarang juga kita temukan banyak siswa yang lanjut kuliah namun masuk ke kampus dan jurusan bukan atas dasar pilihanya sendiri, melainkan atas pilihan orang tuanya sendiri. Contoh misalkan anak ini ingin kuliah di jurusan teknik sipil, namun karena orang tuanya tidak setuju akhirnya anak ini dimasukan di jurusan teknik informatika. Disini sudah jelas bersebrangan dengan kehendak anak itu sendiri. Sehingga menyebabkan anak ini salah dalam memilih jurusan.

3. Kuliah Karena Gengsi

Kalo yang ini beda lagi, kuliah hanya mengikuti ego saja. Misalnya masuk di fakultas kedokteran di kampus ternama, walau dia tidak memiliki minat dan bakat dibidang itu dia tetap saja memaksakan dirinya untuk masuk di fakultas kedokteran, semua itu hanya karena dia gengsi dan ingin dipandang oleh teman-temanya. Memilih jurusan kuliah atau masuk dalam sebuah kampus karena faktor gengsi sangatlah tidak baik. Mungkin awal-awal masuk biasa-biasa saja, tapi kalau sudah lama memasuki beberapa semester, rasa malas untuk sekolah pun akan kelihatan, dia menjalaninya bukan atas dasar minat dia yang sebenarnya.

4. Kuliah Karena Ikut-Ikutan

Kuliah karena ikut-ikutan juga bisa menjadi alasan mengapa banyak mahasiswa salah jurusan. Katakan saja misalkan ada seorang anak yang masuk dalam sebuah kampus, mengambil jurusan tertentu berdasarkan banyak teman-temanya yang masuk kesitu. Padahal kalau dilihat-lihat dia tidak ada minat dibidang itu, hanya saja dia memaksakan diri karena banyak teman-temanya yang masuk kesitu. Maka sudah bisa dipastikan dia kuliah tidak selaras dengan bidangnya yang sebenarnya, sehingga diapun salah masuk jurusan.

5. Belum Menemukan Passion

Saya menganggap masa-masa SMA adalah masa dimana seseorang terkadang sulit menemukan passionya. Banyak mahasiswa yang bingung, sebenarnya dia itu memiliki passion di bidang apa. Karena tidak menemukan passionya, maka ketika dihadapkan pada pilihan kuliah, dia pun memilihnya dengan cara ngasal alias dipilih saja sembarangan. Sehingga menyebabkan dia salah dalam memilih jurusan.

6. Kurangnya Pengetahuan Tentang Jurusan yang Ingin Dimasuki

Banyak juga siswa yang terkadang malas untuk melakukan riset terhadap jurusan yang ingin dimasukinya. Dia hanya tahunya dari informasi yang diberikan teman-temanya. Barangkali informasi itu kurang akurat menyebabkan ekspektasinya sebelum memasuk kuliah dengan sesudah kuliah menjadi berbeda, tidak sesuai dengan apa yang dibayangkanya.



Ciri-ciri Kamu Salah Milih Jurusan

Dikutip dari Rencanamu.id, ternyata ada 15 ciri mahasiswa yang salah jurusan. Apakah kamu termasuk? Simak ciri-cirinya.
  1. Kamu kebingungan saat ditanya "Mengapa kamu mengambil jurusan itu?" 
  2. Mengambil jurusan karena sedang populer dan juga pilihan orang lain seperti orang tua, keluarga, pacar, teman, atau orang lain. Baca juga: 6 Alasan Kamu Mesti Pilih Jurusan Kuliah yang Ramai Peminat di SBMPTN 
  3. Kebingungan saat ditanya rencana hidup lima tahun ke depan atau menjawab yang gak nyambung dengan jurusan yang kamu pilih 
  4. Tidak punya mata kuliah favorit alias standar-standar aja 
  5. Tak tertarik saat menjelaskan jurusan yang kamu pilih 
  6. Merasa tidak tertarik dengan prospek karier dari jurusan yang kamu pilih 
  7. Minat dan obrolan dengan teman seangkatan gak nyambung. Namun, bisa aja nyambung kalau berbincang urusan passion seperti gadget, hobi dan lain-lain 
  8. Kamu lebih tertarik bahas topik di jurusan lain dibandingkan jurusan yang kamu pilih 
  9. Sulit konsentrasi saat mendengarkan materi kuliah di kelas 
  10. Kamu tidak banyak berkembang dari perkuliahan yang didapatkan. Kamu justru berkembang karena kegiatan atau hobi yang gak berhubungan dengan kuliah 
  11. Banyak yang bilang kamu berbakat di dalam suatu hal atau bidang tetapi justru gak berhubungan dengan jurusan perkuliahmu 
  12. Semakin lama dan banyak mempelajari mata kuliah, kamu justru merasa semakin gak nyambung dengan materinya 
  13. Dari sekian banyak alumni dan senior kamu, tak ada sama sekali yang menginspirasi kamu dalam kehidupan profesional 
  14. Jika ada tawaran pindah jurusan, kamu akan mengambil kesempatan itu 
  15. Kamu tidak memiliki semangat untuk mengerjakan tugas dan proyek kuliah



Tips Dan Strategi Agar Tidak Salah Milih Jurusan 

1. Pahami potensi diri 
Sebaiknya, sebelum memutuskan untuk mengambil jurusan tertentu dan berjuang untuk masuk ke sana, lebih baik kamu kenali dulu potensi diri. Misal kamu punya potensi di bidang Sains dan Matematika, tentu jurusan yang ada hubungannya dengan hal ini lebih didahulukan. Contohnya saja jurusan Statistika atau Pendidikan Dokter. Tapi sebaliknya, kalau kamu memiliki potensi di bidang Bahasa Asing dan Sastra, jurusan Sastra Inggris atau bahasa lain bisa diambil sesuai dengan kemampuan. Beberapa orang mungkin bisa dengan mudah mengambil jurusan dari IPA dan IPS. Namun, alangkah lebih baik kalau jurusan yang diambil didasari dari kemampuan diri sendiri. Dengan begitu aktivitas kuliah yang nantinya akan diambil tidak memberatkan. 

2. Sesuaikan jurusan dengan keunggulan universitas
Tidak semua program kuliah seimbang. Universitas dengan ranking tinggi bisa memiliki fakultas yang tidak begitu unggul. Sebab semua universitas memiliki jurusan tertentu yang diunggulkan. Jika sudah memiliki incaran universitas, perhatikan bidang atau jurusan yang unggul di universitas tersebut.Biasanya kualitas lulusan menjadi bahan pertimbangan bagi pembuka lowongan kerja. Kualitas jurusan mengacu pada hasil akreditasi jurusan yang biasanya tertera pada situs-situs universitas.

3. Sesuaikan biaya kuliah 
Untuk biaya kuliah, setiap jurusan berbeda-beda. Ada yang cukup mahal hingga ratusan juta rupiah dan ada yang kurang dari sepuluh juta rupiah. Kalau kamu ingin kuliah di jurusan apa pun, pertimbangkan keuangan dari orangtua. Jangan sampai mengambil jurusan yang cukup mahal biaya pendidikannya, tapi orangtua tidak mampu membiayainya. Jadi, sebaiknya kamu diskusi dengan orangtua dahulu terkait dengan jurusan yang akan diambil dan pertimbangan biayanya. Kalau orangtua bisa mengusahakan, kamu tidak akan kebingungan, tapi kalau sulit direalisasikan ya kamu bisa mengambil jurusan lain atau mencari beasiswa. 

4. Lihat peluang kerja 
Semua jurusan kuliah memiliki peluang pekerjaan masing-masing. Misal jurusan Manajemen Pariwisata, nanti yang akan bekerja di sektor pariwisata dan perencanaannya. Kalau mengambil jurusan Keperawatan, peluang pekerjaan bisa didapatkan di rumah sakit atau klinik di seluruh dunia. Ambil jurusan yang sekiranya memiliki peluang pekerjaan cukup tinggi. Percuma jika mengambil yang terlihat keren tapi peluang kerjanya sangat rendah. Lihat alumni dari jurusan yang akan kamu ambil agar tahu jenis pekerjaan apa saja bisa dimasuki. 

5. Lakukan riset 
Lakukan riset terkait dengan jurusan yang akan kamu ambil. Riset ini bisa dilakukan dengan mencari tahu lokasi, mata kuliah, lulusan, biaya kuliah persemester, hingga profil dari jurusan. Riset ini akan membuat kamu semakin yakin apakah akan mengambil jurusan tersebut atau tidak. Buat daftar beberapa jurusan kuliah yang kemungkinan besar kamu memiliki minat dan kemampuan di sana. Bandingkan satu demi satu jurusan itu untuk mendapatkan 2-3 jurusan terbaik. Dari sini kamu bisa menaruhnya sebagai pilihan dan menunggu hasil ujian yang nantinya dilakukan. 

6. Buat rencana masa depan
Pernahkah kamu ditanya tentang apa cita-citamu? Jika kamu menjawabnya sesuai dengan kemampuan dan passion yang dimiliki maka kamu termasuk golongan orang yang memiliki arah tujuan yang jelas. Hal ini akan mempermudah dalam proses pemilihan jurusan. Pilihlah jurusan yang mendukung arah cita-citamu tersebut. Tentu saja terlebih dahulu buatlah rencana dengan tujuan akhir dan batasan waktu yang jelas.

7. Konsultasi dengan ahli 
Tips terakhir ini jika kamu benar-benar buta dengan jurusan apa saja yang akan diambil. Maka solusinya, lakukan konsultasi. Konsultasi ini bisa dilakukan dengan guru, orangtua, kakak tingkat, atau siapa saja yang lebih ahli dalam bidang ini. Sebelum tes masuk perguruan tinggi, usahakan memiliki jurusan yang akan dituju. Jangan asal memilih karena kalau terlanjur masuk dan kamu tidak menikmatinya, peluang kuliah cepat lulus akan rendah.

8. Ketahui Keuntungan dan Konsekuensi Pilihan
Dalam memilih sebuah jurusan, pastikan kamu tahu secara jelas apa saja yang akan kamu hadapi saat perkuliahan nanti. Kalau kamu sudah siap dengan hal tersebut, kamu pasti mampu menerima konsekuensinya. Sebagai contoh, kamu mengambil jurusan Animal Husbandry dimana kamu pasti akan menemui kegiatan yang melibatkan kontak dengan berbagai binatang, ataupun Medical dimana kamu akan menjalani kegiatan praktik yang pastinya berbau medis!. Poin ini sangat penting. Karena dengan mengetahui konsekuensi kamu akan lebih siap dalam menerima apapun pembelajaran yang akan diberikan nantinya. Selain itu, kamu juga bisa memikirkan keuntungan yang bisa kamu dapatkan dengan memasuki jurusan tersebut. Dengan begitu, kamu bisa semakin termotivasi dalam memilih jurusan kuliah.

9. Durasi Studi
Setiap program studi punya durasi yang berbeda-beda. Contohnya, untuk program Master di Inggris ada yang dapat diselesaikan hanya dalam kurun satu tahun. Selain itu, Australia juga punya beberapa universitas yang menawarkan program Bachelor dengan durasi satu hingga dua tahun. Kamu bisa menyesuaikan berapa lama kamu ingin menempuh studi di universitas tersebut.

10. Latar Belakang Lulusan
Tak ada salahnya kalau Kamu mencari tahu latar belakang lulusan jurusan tersebut. Selain mempengaruhi karir, latar belakang lulusan jurusan tersebut bisa memberikan pertimbangan yang lebih matang. Boleh juga melakukan konsultasi dengan orang yang berpengalaman di jurusan tersebut.

11. Pantau situasi global
Di era globalisasi sekarang ini Anda juga harus pintar mengikuti dan memahami arah perubahan di dunia. Termasuk juga saat akan memilih sebuah jurusan di perguruan tinggi. Apa yang menjadi tren di dunia dan Indonesia saat ini menjadi salah satu patokan saat akan melanjutkan pendidikan.Tapi cermati juga apakah tren tersebut akan bertahan dalam 5-10 tahun ke depan? Sehingga saat selesai kuliah nanti, ada banyak pekerjaan yang siap menampung Anda.




Solusi Untuk Yang Terlanjur Salah Memilih Jurusan

Ikuti UKM atau Organisasi

Coba Kamu perhatikan UKM atau organisasi yang tersedia di kampus Kamu. Apakah ada kegiatan yang sesuai dengan minat Kamu? Contohnya jika Kamu kuliah di fakultas kedokteran namun Kamu tertarik dengan penyiaran, Kamu bisa bergabung UKM broadcasting atau siaran radio. Selain bisa belajar hal baru, Kamu juga bisa mendapatkan teman baru antar jurusan, lho! 

Ikuti Kursus Sesuai Minat

Menambah ilmu untuk menunjang karier ke depannya tidak hanya dari kuliah kok. Jika memang merasa salah memilih jurusan, Kamu bisa mengikuti kursus atau workshop.Di jaman sekarang tidak sulit untuk menemukan kursus untuk meningkatkan soft sklill yang Kamu miliki. Kamu bisa melakukan kursus atau workshop baik secara online ataupun hadir ke lokasi dengan durasi kursus yang singkat, yaitu sekitar 3-6 bulan. 

Ikuti Program Magang

Jika Kamu merasa bahwa mengikuti kursus atau workshop akan mengeluarkan biaya lebih, cobalah untuk mengikuti kegiatan magang atau volunteer yang sesuai dengan minat Kamu. Selain soft skill dan hard skill yang sudah pasti akan bertambah, mengikuti pengalaman magang di suatu perusahaan atau instansi akan memberikan Kamu pengalaman di dunia kerja. Tentunya Kamu akan mendapatkan penghasilan dari kegiatan magang tersebut. 

Ambil S2 yang Sesuai dengan Minat

Jika memang Kamu memiliki rencana untuk lanjut kuliah S2, keputusan tersebut adalah waktu yang tepat untuk masuk ke jurusan yang memang sesuai dengan minat Kamu. Meskipun jurusan yang Kamu pilih ketika S1 dan S2 sangat berbeda akan menimbulkan sedikit kesulitan di awal, namun positifnya adalah pengetahuan Kamu bisa semakin luas. 

Terjun di Dunia Kerja

Banyak orang yang ketika sudah saatnya memulai karier merka di dunia kerja mengambil profesi yang sangat berbeda dengan jurusan kuliahnya. Contohnya ketika ia bekerja di jurusan teknik industri, namun ketika bekerja mengambil profesi sebagai wartawan. Meskipun hal tersebut akan membuat Kamu kesulitan atau ketinggalan jika dibandingkan dengan teman Kamu yang mengambil jurusan dan karier yang sesuai, jika Kamu memiliki bakat dan minat di profesi yang sudah Kamu pilih hal tersebut tidak akan menjadi masalah dan pastinya Kamu akan mendapatkan banyak ilmu baru. 

Jangan Ragu untuk Mengambil Double Degree

mengambil double degree berbeda dengan melanjutkan S2. Kamu bisa mengaambil kuliah lagi dengan juusan yang sesuai dengan minat Kamu. Kamu pun bisa mendapatkan dua ijazah sekaligus. Namun, terdapat kendala jika Kamu ingin mengambil kuliah lagi dan mendapatkan dua gelar. Hal tersebut memungkinkan Kamu mengeluarkan biaya perkuliahan lagi. 

Ikuti Lomba yang Sesuai Passion Kamu

mengikuti lomba yang sesuai passion tentunya akan menambah semangat dan merubah mood kamu menjadi lebih positif lagi, setidaknya dapat melupakan tentang kesulitanmu di jurusan yang salah pilih tadi sembari melanjutkan kuliah, contohnya kamu kuliah di jurusan ekonomi, tapi passion kamu di sastra, kamu bisa sering-sering ikut lomba pusisi, menulis artikel dll yang kamu inginkan


Motivasi untuk yang salah milih jurusan

Salah jurusan bisa menambah keahlian

Mendapat jurusan yang sesuai dengan passion kamu mungkin memang menyenangkan ya. Bisa dibayangkan, kamu bisa berkembang di zona nyaman kamu tanpa ada tekanan yang terlalu berarti. Namun terkadang zona nyaman itu bisa menjebakmu, lho. Mungkin pada awalnya ketika kamu menyadari bahwa kamu terjebak jurusan yang salah akan malas untuk bersungguh-sungguh dalam belajar. Namun lihatlah sisi baiknya, ketika kamu bisa belajar di tempat belajar yang baru dan dengan jurusan yang pasti ‘asing’ untuk kamu, kamu bisa menekuni keahlian baru yang kelak akan menjadi bekal untuk pekerjaan kamu di masa depan.

Salah jurusan buat Kamu melihat Dunia dari Sisi yang Berbeda

Saat kamu merasa salah ambil jurusan, kamu akan menemukan teman-teman dengan tingkah laku yang ajaib. Sebenarnya bukan karena mereka aneh, tapi kamu hanya tidak terbiasa dengan itu. Kamu berharap bisa bertemu dengan orang-orang yang satu pemikiran dengan kamu, nyatanya malah sebaliknya. Tapi perbedaan karakter dari orang baru yang kamu temui justru membuat kamu menjadi orang yang open minded, karena ternyata kamu baru menyadari bahwa pemikiran orang berbeda-beda dan tidak bisa dipaksakan untuk bisa sama seperti apa yang kamu pikirkan. Dengan kamu belajar berbaur dengan orang-orang yang berbeda background dan pandangan hidup serta nilai dengan kamu, kamu akan akan belajar dan akan terbiasa menghadapi tantangan masa depan yang bukan hanya keahlian yang diperlukan namun cara pandang kamu akan berbagai hal pula.

Salah jurusan membuat kamu menemukan passion yang sebenarnya

Berbicara mengenai passion, pasti berbicara tentang apa yang kamu gemari, tentang sesuatu yang tidak pernah kita bosan untuk melakukannya dan apa yang kamu kerjakan dengan senang hati. Dulu mungkin kamu menganggap passion-mu ada di bidang seni, tapi tak disangka ternyata saat kamu “salah jurusan”, passion-mu yang lain justru akan kamu temukan. Ada beberapa cara untuk mengidentifikasinya, lho. Misalnya ketika kamu mengambil jurusan yang kamu anggap salah tetapi setelah mempelajarinya dengan tekun ternyata kamu menemukan rasa nyaman dan berniat untuk menggalinya lebih dalam lagi. Seiring berjalan nya waktu, barangkali jurusan yang kamu pikir akan salah malah justru menjadi passion kamu yang baru. 

Salah jurusan membuatmu jadi pribadi yang tahan banting

Seringkali ada hikmah dibalik kesalahan yang kamu ambil, begitu pula kalau kamu sudah terjebak dalam jurusan yang salah. Rasanya tidak akan mungkin bisa mengulang waktu, mau tidur salah, mau makan pun salah. Kalau sudah seperti itu, tidak ada yang bisa dilakukan lagi selain menerima kenyataan dan melihat kebaikan dari sisi yang lain. Ketika kamu terjebak dalam situasi salah jurusan, kamu akan terbentuk menjadi pribadi yang tahan banting. Tahan banting maksudnya adalah situasi dimana seberat apapun tekanan yang ada di sekeliling kamu, kamu akan mampu dengan cepat mencari solusinya. Selain itu, kamu akan menjadi orang yang bisa menyesuaikan diri dan lekas beradaptasi dengan lingkungan yang baru.




Kisah Mahasiswa Salah Jurusan

Oleh: Emma Sofia Muallifah (Mahasiswa Manajemen Bisnis Syariah)
Santriwati Pondok Pesantren Mahasiswa Darussalam Kartasura

Istilah salah jurusan dalam dunia perkuliahan secara umum dapat diartikan sebagai keadaan mahasiswa yang merasa bahwa dirinya telah salah berada di jurusan yang harus ia tekuni selama ia kuliah. Salah jurusan juga dapat diartikan sebagai ketidak-cocokkan mahasiswa dalam situasi dan lingkungan ia berada. Ibarat salah jurusan saat naik bus, ketika bukan jurusan yang menuju ke tempat A, dan malah ke tempat lainnya. Otomatis bukan bus dengan jurusan salah yang diharapkan penumpang. Sebaliknya ia ingin kembali atau bahkan berganti dengan bus jurusan tempat yang ia tuju.

Bahkan istilah salah jurusan dalam Twitter dengan penggunaan tagar #SalahJurusan telah menjadi thread atau mutual, yang menunjukkan bahwa istilah tersebut ramai dibahas. Misalnya salah satu tweet yang menggambarkan kasus salah jurusan ini, “Banyak yang mengiraku bodoh. Otakku basic IT Multimedia, kuliah jurusan ekonomi. Sebenarnya tidak bodoh, hanya saja tidak berada di tempat yang tepat.” Tak lupa dengan tagar #SalahJurusan, milik akun Twitter @purundawa. Dan akun official milik Radio Unair @RadioUnair yang megisikan semangat lewat cuitan-nya “Hey para mahasiswa #SalahJurusan. Impian masih panjang bro/sist !! keep fighting :)” dibarengi foto sebuah kaos bertuliskan “Salah Jurusan Belum Tentu Salah Masa Depan”. Begitulah seterusnya banyak unggahan dalam twitter yang menggunakan tagar tersebut, dan membuatnya seperti dialami mahasiswa bergantian waktu.

Banyak faktor yang membuat kasus Salah Jurusan mencuat di lingkungan kuliah. Seperti halnya ujian masuk kampus, salah persepsi, kurangnya informasi sebelum pendaftaran, bahkan dengan permasalahan umum seperti paksaan orang tua, adaptasi lingkungan yang kurang baik, kurangnya pengetahuan mengenai jurusan yang ia jalani. Seperti umumnya kita tahu tentang sistem  masuk kampus, bahwa pelajar diharapkan memilih maksimal tiga jurusan untuk dipertimbangakan. Dan bisa jadi yang terpilih oleh penilaian sistem adalah jurusan yang kurang disukai. Selain itu juga ada salah persepsi karena kurangnya informasi yang didapat. Bahkan  juga terlalu menciptakan ekspektasi atau dugaan tanpa informasi yang jelas. Misal ketika seorang mahasiswa memilih jurusan pendidikan biologi, yang dianggapnya lebih mendalami teori beserta penjabarannya. Namun yang terjadi adalah banyaknya praktikum di luar ruanag, sehingga memerlukan tenaga, biaya, bahkan waktu yang lebih banyak.

Faktor lainnya seperti kurangnya adaptasiyang baik dengan lingkungan ia berada. Misal ia seorang mahasiswi berkepribadian introvert, atau sederhananya  cenderung pendiam, namun ia memilih jurusan penyiaran. Di sini bukan kepribadiannya yang salah, namun lingkungan ia berada harus sesuai dengan pilihannya atau dia sendiri yang harus belajar menyesuaikan. Sifatnya yang cenderung lebih tertutup, akan menjadikannya kurang komunikasi, ditambah bila ia tak mencoba untuk bergabung dengan suatu komunitas atau organisasi, atau keluar menyapa lingkungan kampus yang baru ia masuki. Karena jurusan yang ia ambil adalah penyiaran, maka didalamnya seluruh mahasiswanya dituntut untuk banyak komunikasi, memiliki banyak relasi dan korelasi dengan berbagai karakter. Komunikasi yang baik diperlukan agar mahasiswa dapat bekerja sama dengan tim, menyuarakan pendapat, menjadi lawan bicara yang baik, hingga mampu tampil di depan khalayak umum.

Contoh faktor salah jurusan yang lain adalah kurangnya pengetahuan dan pemahaman, bahkan usaha ia dalam menyelami ilmu jurusan yang ia ambil. Misalnya kasus seorang mahasiswa yang memilih jurusan ekonomi, tanpa sebelumnya tahu-menahu apalagi paham dengan hiungan-hitungan matri pmbelajaran ekonomi. Sudah tentu ia akan segera menyerah jika belum melakukan usaha. Paling gampangnya adalah usaha menerima jurusan yang akan ditempuhnya.

Salah jurusan adalah hal yang wajar tidak disukai dan terasa sulit untuk dijalani. Bahkan jursan yang dipilih sendiri, disukai, diminati saja masih terasa sulit dilakoni. Kasus-kasus mahasiswa yang lulus dan akhirnya wisuda dengan gelar ilmu yang katanya “salah jurusan” saja juga tidak sedikit. Bukan rasa ingin segera selesai, tapi mahasiswa selayaknya tahu dengan apa yang telah ia dapat, maka selanjutnya harus ia perjuangkan. Apa jurusan yang telah di dapat, harus dijalani dan diusahakan sungguh-sungguh.

Secuil kisah apik nan menggemaskan juga muncul dari salah seorang selebgram cantik, pun berbakat. Ia mengisahkan tentang perjalanan kehidupan kuliahnya, yang dapat dikatakan bahwa ia tetap melakoni perannya sebagai pemilih jurusan tersebut dan harus menguasai apa yang telah ia dapat. Dalam unggahan di akun instagramnya, @bellmirs pada 25-09-2019, brtuliskan “Officialy Bela Almira, S.Pd. Alhamdulillah 4 tahun jadi mahasiswi jelata banyak ngasih pelajaran. Jujur aja… kadang kalo ada yang nanya “kuliah apa?” “Pendidikan Matematika” “wuedeeeh hebaaat”, tapi nyatanya… kuliah lebih dapetin ilmu sabar, ilmu manajemen waktu, ilmu ikhtiar, dan ilmu-ilmu kehidupan lainnya daripada ilmu matakuliahnya hihihi, astaghfirullah wkwkwk maapin aku. Untung Allah sayang aku, alhamdulillah lulus juga. Semangat teman2 pejuang skripsi atau yang akan berjuang. Hehehe itu seru! Serius wkwk jadi mohon maaf kalo ada yang nanya “waaah kuliahnya ngambil apa, Bell?” “ngambil hikmahnya :)”.  

Pada akhirnya, penulis ingin menyampaikan bahwa seberapapun kamu merasa salah jurusan, percayalah meski sekarang kamu anggap salah, namun sungguh tak ada jurusan yang menjerumuskan ke jalan yang buruk, apalagi sampai jurusan yang membunuh. Selagi jurusan tersebut tidak terlalu menguras pikiranmu dan tidak pula banyak merugikanmu, ya jalani saja. Anggap saja seperti tersesat di jalan yang benar. Bila kenyataannya susah, mungkin kamu belum melakukan usaha apa-apa. Kalau dirasa sudah tirakat tapi belum juga ngerasa cocok dan sreg, berarti usahamu kurang mantap. Dan jika masih juga usaha supermu tak membuahkan hasil, pada akhirnya ya terima saja. Jurusan itu akan setia menemanimu sampai kamu lulus, masa iya mahasiswanya malah kabur? Hehehe. Kalau sudah lelah usaha, ya melangkah saja perlahan, ganti usaha ngebut dengan menikmati setiap prosesnya. Selamat bergandeng tangan dan beradamai dengan jurusanmu ya! Semoga sukses!


Source
iain-surakarta.ac.id/
blog.ruangguru.com/
koinworks.com/
rolisupiawan.com
Baca Juga
SHARE
Brainesia
brainesia merupakan website belajar untuk adik-adik SMP sampai kuliah dan dapat di akses 24 jam
Subscribe to get free updates

Related Posts

Posting Komentar

Download Soal